Bahagia itu sederhana.. terhambur begitu saja di Gunung, Pantai, dan Senja..

Tuesday, September 3, 2013

My Graduation Day, My Day, My Happiest Day!

Adakah yang lebih berbahagia daripada keluarga saya hari ini? :)


Abang saya bilang, salah satu kebahagiaan terbesar adalah saat orang tua bisa diajak tertawa dan "menggila" bersama..
Yeah.. and this is the day!
There are no things in this world that more important than my family!
Yeah! this is my family,

Great Family definitely..
Seorang Bapak yang pekerja keras tiada banding,
Seorang Ibu yang penuh kasih sayang,

Dua orang kakak yang bawel namun penuh perhatian,
Seorang abang yang tak pernah lelah memberikan arahan..
This is one of the reason of my struggle..
Bapak dan Ibu panjang umur dan melihat anak bungsunya wisuda.. 



My Super Dad n Super Mom



Saya hanya merasa, hutang saya sedikit terbayar,
Saat di wajah bapak-ibu terlukis senyum yang tak seorangpun mampu menggambarnya..
hari ini.. 27 agustus 2013, genap sudah kebahagiaan dan kebanggaan bapak dan ibu..
Anak bungsu yang selalu pulang jam 1 subuh waktu SMA,
Anak bungsu yang selalu minta disuap makannya saat di rumah,
Anak bungsu yang selalu diingatkan untuk berhenti merokoknya,
Anak bungsu yang selalu diomelin jika naik gunung sendirian,
Hari ini telah menjadi seorang Sarjana..
Orang tua mana yang bisa menahan suka cita di wajahnya,
Saat ke-4 orang anaknya telah menjadi Sarjana..



This is my girl, Zaneta Descara.. Kimia '12 Universitas Gadjah Mada



What should i say? hmm.. little bit speechless actually.. heuheu
Beautifull? Relatively..
Smart? Absolutely!
Kita tak berjanji soal cinta, kita hanya sepakat untuk saling percaya, saling menjaga,

Karna kita sepakat, cinta adalah akibat, bukan sebab..
By the time has gone, i will write more about her.. :)



4 years struggle for these things..
This isn't about my pride..
I dedicate this day, for my lovely father, my lovely mother..
Terima kasih telah memberikan kepada saya pendidikan yang lebih dari cukup, hingga hari ini tiba..
Dan juga kebahagiaan yang tak terhingga..
Mulai hari ini saya akan melanjutkan langkah ke dunia yang lebih nyata..
Terima kasih atas segala apapun, hingga saya menjadi seperti saya di hari ini..



This is my graduation day, my day, my happiest day!

Salam sayang,
Anak bungsu yang paling bandel..
S.T. Ke-4 di keluarga Drs. H. Addy Moelono dan Hj. Maulina
Yogyakarta, 27-Agustus-2013

Sunday, August 18, 2013

Merdeka Itu....

Merdeka itu..
Bukan tentang kebebasan berbuat sesuka hati..
Namun tak punya semangat untuk berbagi..


Bukan tentang berbicara lantang, 

Namun tanpa makna dalam perenungan..


Merdeka itu..
Saat hatimu bebas dari rasa benci yang membelenggu..

Dirgahayu Negeriku..
Salam damai Merah Putih untuk negeri, dari puncak merapi..



Salam Lestari,
Ade Setio Nugroho

Tuesday, July 16, 2013

H-12 Jam Menjadi S.T

seriously, i'm so nervous now..
demam, radang..
buku-buku sudah bertaburan di kamar,
have no idea which one that i should read again..
oh God, Please be nice to me, tomorrow..
Because i do believe, gak ada yang sia-sia..
setiap tetes keringat yang telah jatuh, pasti akan terbayar..
dalam bentuk apapun..

H-12 jam Sidang Pendadaran
H-12 jam menjadi Ade Setio Nugroho, S.T

Monday, July 8, 2013

Skripsi, dan Mimpi?

halo halo haloooo..
sudah sebulan nih gak nulis di blog, lagi selingkuh tiada akhir sama SKRIPSI.. hahaha
harusnya sih sekarang lagi klimaks-klimaknya nih..
minggu lalu, 1juli 2013, dengan penuh deg-degan saya seminar pra pendadaran, dengan setelan yang wuuiihh.. haha
cekidot nih fotonya kalo gak percaya.. soalnya kata kaskus no pict = hoax


Ada satu hal sebenarnya yang selalu ada di kepala saya, sebuah kalimat,
"Mengapa skripsi tetangga selalu terlihat lebih hijau?"
haha, honestly, sometimes i'm envy with the others, saya memulai skripsi lebih dulu dari sebagian teman-teman,
namun sebagian dari mereka lulus duluan.. haha..
however, i know exactly, everyone has their own way,
maybe, in fact, they're more diligent than me.. hehe..

actually, i'm one step closer to be a bachelor engineer..
but, i feel something wierd.. at one side, i wanna finish this as soon as possible,
at the other side, i still wanna enjoy my time being a student..
hehe.. yah, beginilah.. saya dan pikiran saya..

selangkah lagi, saya akan melangkah menuju dunia yang (lebih) nyata..
selangkah lagi, saya mungkin akan mengenakan name tag, celana kain dan kemeja hampir setiap hari..
selangkah lagi, saya mungkin akan menjadi "kuli" di balik meja atau di tengah hutan belantara atau di tengah samudra..
selangkah lagi, saya mungkin akan lebih sering di jalanan penuh polusi dibanding memetik gitar akustik..

namun hal itu brarti,
dua langkah lagi, untuk bisa berkata, "bapak, ibu, ini tiket pesawat buat ke jakarta"
dua langkah lagi, untuk bisa berkata, "mbak, ini uang buat beli obat bapak"
dua langkah lagi, untuk bisa sering memberi makan anak jalanan..
dua langkah lagi, untuk bisa mendirikan sekolah binaan..
dua langkah lagi, saya bisa lebih berarti dari saya yang sekarang ini..
ya, dua langkah lagi..  :)


Marhaban ya Ramadhan.. selamat datang bulan suci ramadhan..
semoga manusia bisa lebih saling menghargai, walau berbeda suku, ras, agama, ideologi..
semoga saya segera sidang pendadaran.. hehe


Yogyakarta, 8-Juli-2013
Salam Hangat,
Ade Setio Nugroho

Wednesday, June 5, 2013

Saya Kangen Rumah!



Saat ini, harusnya saya sedang gencar-gencar nya menulis skripsi, sekarang sudah 5 juni, akhir bulan ini saya harus seminar pra pendadaran, lalu bulan juli saya harus sidang jika ingin wisuda di bulan agustus, tapi entah kenapa lebih mengalir untuk menulis di blog. Skripsi saya banyak masalah, banyak hambatan, sudah beberapa bulan saya menghabiskan waktu di lab dari pagi sampai malam.

Bukan hendak mengeluh saat ini..
Tapi saya hanya merasa sangat lelah, dan lemah
Saya tau betul bukan hanya saya yang sedang berjuang demi embel-embel di nama
belakang ..
Namun saya seperti kehilangan dunia saya,
Dan tiba tiba saya kangen rumah..




Siapa dia?
Drs. H. Addy Moelono namanya..
bapak saya, kebanggaan saya..

yang mendidik saya dengan keras dari kecil..
seringkali orang-orang salah menulis namanya di kertas undangan, karna memang sulit menuliskan namanya..

ini foto 3 tahun lalu, saat bapak masih sehat,
dulu saya mengambil gambar ini dengan keluh kesah di hati..
"ah, gak puas-puas nya ini bapak di foto, gak tau aku capek ya"
dan saat ini, saya sedih, malu dengan diri saya sendiri,
untuk hal kecil seperti itu saja belum bisa berbakti dengan ikhlas..
padahal sekarang berbicara lantang tentang berbakti di pedalaman..

semoga bapak bisa segar kembali, sehat, dan datang ke yogya lagi saat saya wisuda,
akan saya antar kemanapun bapak mau, akan saya fotokan berapa kalipun bapak minta..


sometimes i talk too much, act too much for others, but do nothing or even just a little for my nearest people, like my family.. how could i said, i'm a  sosialist.. 

  *sekedar penyemangat diri saat jenuh dan muak mengerjakan skripsi*



Salam sayang,
anak bungsu yang paling bandel,
Ade Setio Nugroho

Thursday, May 23, 2013

"Siapapun Bisa Dapat Sesuatu, Tetapi Apakah Kamu Pernah Memberi?"

 
 "Siapapun bisa dapat karir yang baik dan ribuan prestasi pribadinya, namun tidak semua pernah punya kesempatan memberikan setahun hidupnya sebagai pengajar muda. 

Siapapun bisa dapat sesuatu. Tetapi apakah kamu pernah memberi?
" [1] 

-Indonesia Mengajar-

- Pemantapan Hati

Tanpa saya sadari, 2 kalimat di atas itulah yang membuat hati dan pikiran saya pontang-panting, membuat saya berencana merubah life mapping saya dalam waktu dekat. Hingga akhirnya saya memutuskan, oke, i'm ready to become "pengajar muda" with all the consequenses.

Walau masih banyak tahap seleksi, perlu kemantapan hati saat mendaftar, berani mendaftar brarti berani bertanggung jawab jika di terima. Saya sendiri perlu waktu 2 hari untuk memantapkan hati, memikirkan apa tujuan saya, apa sebenarnya yang saya cari. Sebab 1 tahun di pedalaman desa, bukanlah waktu yang sebentar, di tempat baru, budaya baru, orang-orang baru. Mungkin cocok, Mungkin juga tidak.

Tadi siang saya di telfon oleh kakak, di tanyain tentang keyakinan dan kemantapan daftar jadi pengajar muda di Indonesia mengajar. Banyak yang bertanya-tanya kepada saya, dari keluarga, teman, hingga dosen yang saya minta menjadi reference saya memanggil saya ke ruangannya, bertanya tentang apa tujuan saya, apa sih sebenarnya yang saya cari. Akan saya coba jelaskan di sini,

“Nak, 20-30 tahun lagi, siapa yang akan membangun Indonesia?”
“Nak, jika ada warisan yang maha kaya berupa semesta alam Indonesia, 20-30 tahun lagi siapa yang akan mengolahnya, mengaturnya dan memanfaatkannya demi manfaat untuk sesama?”
“Nak, jika saat ini kami menanam bibit pohon, 20-30 tahun lagi siapa yang akan merawatnya saat bibit pohon itu telah menjadi hutan?”
“Nak, jika saat ini kalian diajar oleh orang dewasa, 20-30 tahun lagi siapa yang akan menjadi pengajar?”
“Nak, jika saat ini kami menginspirasi dan kalian terinspirasi, 20-30 tahun lagi siapa yang  akan menginspirasi?”
Kalian!!! [2]

- Menginspirasi dan Terinspirasi

Yak, menginspirasi dan terinspirasi, mendidik dan terdidik, adalah mata rantai yang tak boleh putus, sebagai kaum intelektual muda, saya merasa memiliki hutang dan tanggung jawab untuk meneruskan mata rantai menginspirasi dan terinspirasi, mendidik dan terdidik. I expect nothing, I just wanna give something, Inspiring village people, I wish I can make it. Maybe in fact they will inspired me as well.

Ada yang bilang, menjadi pengajar muda selama 1 tahun adalah sebuah pengorbanan. Menurut saya bukan sama sekali, kata "pengorbanan" sarat dengan arti, "we give everything that we have, we suffer", buat saya, jika mendapat kesempatan 1 tahun sebagai pengajar muda adalah "panggilan", kita bukan hanya mengajar di sana, tapi kita juga akan belajar banyak dari semua orang di pedalaman desa, akan menjadi sebuah pengalaman yang tak ternilai harganya untuk saya jika memang mendapat kesempatan itu.

Menjadi pengajar muda di Indonesia mengajar bukanlah tujuan akhir saya, ada sesuatu yang jauh lebih besar di balik itu. Saya punya visi mendirikan sekolah di sebuah desa yang tertinggal, dan mendaftar di IM adalah 1 langkah maju untuk visi saya. 1 langkah maju untuk mencari pengalaman, jaringan, mungkin juga dukungan dari orang-orang besar di balik Indonesia Mengajar.

"apakah salah mereka (anak-anak desa), jika tak punya/tak mewujudkan cita-cita?, sebagian adalah salah kita, yang sibuk memperkaya diri, namun tak pernah peduli" [3]


- Gagasan Pribadi

Sebelum saya menjilat bokong dunia, dengan "mengemis" di perusahaan migas multi nasional, saya ingin memberikan sesuatu terlebih dahulu. Saya ingin melunasi hutang saya kepada orang-orang terdahulu yang telah menginspirasi saya.

Satu hal terpenting adalah, yang saya inginkan jika ada siapapun yang terinspirasi oleh saya, baik secara lisan, tulisan, atau perbuatan, saya sangat tidak ingin mereka meniru saya, yang saya harapkan dan passion saya adalah mengedukasi, hingga pada akhirnya membuat orang-orang memiliki gagasannya sendiri. Tentang mimpi, tentang cita-cita, tentang apapun..  :)

 - Harapan

Pada akhirnya, yang bisa dilakukan hanyalah berdoa dan meluruskan niat. Semoga diberikan kesempatan, memberikan 1 tahun hidup saya sebagai pengajar muda.. Aminnn

Sebagai salah satu bentuk menunaikan janji kemerdekaan.. "mencerdaskan kehidupan bangsa" - IM -


Salam Hangat,
Ade Setio Nugroho


Catatan :

[1] Sebuah kalimat menggugah dari sebuah deskripsi foto dari www.indonesiamengajar.org
[2] Cuplikan kalimat dari artikel oleh Jarody Hestu yang di publis di kompasiana, Menginspirasi dan Terinspirasi, http://edukasi.kompasiana.com/2013/05/18/menginspirasi-dan-terinspirasi-561372.html
[3] Dari tulisan KKN desa dieng day-28, http://babiguling22.blogspot.com/2012/09/kkn-desa-dieng-day-28.html
[4] percakapan di telefon dengan kakak saya

Sunday, May 19, 2013

Untitled 2

last night.. 
without excuse..
you came to my dream..
you said nothing..
just sit beside me, bring me a cup of tea..
and then sing a song..

what does it mean?
actually, i don't really care..
the one i care is about you, not my dream..


Monday, April 22, 2013

“Apakah Benar Gajah Tidak Bisa Memanjat Pohon?”

“Apakah benar gajah tidak bisa memanjat pohon?”


Mungkin pertanyaan klise buat sebagian teman-teman.. 
tapi entah kenapa, saya ingin sekali membahas tentang ini, 
ya at least memaparkan apa yang ada di pemikiran saya tentang pertanyaan di atas..

Ada sebuah filosofi dari beberapa rekan, bahwa “ikan bisa hidup di darat”, “kucing juga mampu memanjat pohon”, dan jika di analogikan secara lebih mudah yaitu spongebob, Patrick, dan juga sandy yang bisa hidup bersamaan  dengan berbagai macam “rekayasa”.

Lalu ada seorang rekan yang berpendapat seperti ini

“ada hal-hal yang lebih mendasar daripada hanya sekedar merubah "tidak bisa" menjadi "bisa" ini, yaitu tentang "nature" atau "fitrah". Spongebob dan Patrik, fitrahnya memang hidup di laut, sementara Sandy fitrahnya hidup di darat. Secara kasar, saya mungkin akan bilang bahwa pendidikan kita saat ini, kebanyakan malah merusak yang "fitrah" ini. Pendidikan kita, lebih banyak memberikan ruang untuk mempelajari "pengetahuan tentang diluar sana" sehingga melupakan tentang "pengetahuan yang ada didalam diri ini".

Saya pribadi, totally disagree tentang “merusak fitrah” atau apalah itu. 
Jika saya beri batasan masalah pada bahasan kali ini adalah dimulai dari dunia perkuliahan. 
Bukan kehidupan dari SD-SMA. Jika batasan masalahnya adalah kehidupan dari SD-SMA, 
I do agree about “merusak fitrah” dsbnya itu, 
jika di ambil sebuah contoh dari kisah Einstein sewaktu SD, 
dimana gurunya berkata bahwa Einstein kecil adalah murid yang bodoh karena nilainya jelek2, kecuali matematika. 
Hal ini terjadi  sebab, tidak peduli siswa itu seekor ikan, monyet, gajah, ular, mereka dipaksa bisa memanjat pohon, berenang, hidup di darat, dll.

Namun dalam dunia perkuliahan, kalaupun terjadi, bukan sistem pendidikan yang merusak fitrah, namun individu-individu itu sendiri lah yang merusak fitrahnya. 
Sistem pendidikan sudah dibuat sedemikian rupa. 
Let’s make it simple, i.e, 
di lingkungan gajah, seluruh elemen yang belajar di situ harus bisa mengangkut barang berat, 
di lingkungan monyet, seluruh elemen yang belajar di situ harus bisa memanjat pohon. 
Semua sudah jelas, and everybody has a freedom, to make their choose, mau masuk lingkungan mana.  

Dosen saya juga pernah berkata, “tugas seorang dosen adalah membuat sistem yang bisa menghasilkan output yang sama, walaupun inputannya berbeda-beda, ya walaupun tidak persis homogen, at least ada standar kualifikasi untuk outputnya”

Nah, Ketika seekor gajah masuk ke lingkungan monyet, ada 2 pilihan yang gajah punya, 
pertama, pindah ke lingkungan dimana gajah seharusnya berada, 
kedua, tetap berada di lingkungan monyet, namun si gajah harus bisa memanjat pohon. 
Nah, jika gajah memilih pilihan kedua, apa sistem yang salah dan merusak fitrah? 
Atau gajah yang terlalu naïf, ketika gajah malah memanjat pohon dan lupa akan fitrahnya, 
atau jika masih tidak bisa memanjat pohon, lalu kembali mencari pembenaran dengan mengatasnamakan fitrahnya si gajah?

Saya pribadi? 
Saya tidak terlalu minat dengan bidang ilmu yang saya tekuni sekarang, 
saya sadar betul saya lebih minat di dunia musik dan sastra, 
saya lebih suka mendaki gunung, memanjat tebing, atau kegiatan-kegiatan yang mengharuskan saya berinteraksi sosal jika dibandingkan harus mengotak-atik segala sesuatu di lab. 
Namun passion tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak bertanggung jawab atas jalan yang telah di pilih. 
Saya pun sadar, saya gajah yang sedang dipaksa memanjat pohon, oleh karna pilihan saya sendiri.

Apa saya merusak fitrah diri saya sendiri? 
Absolutely not, 
saya adalah seekor gajah yang mempunyai visi mendirikan rumah yang sejuk dan asri di atas pohon yang tinggi, lalu apa yang saya lakukan? 
Saya memilih lingkungan monyet dan belajar memanjat, walaupun sangat sulit, sehingga visi saya bisa tercapai. 
Dan bila saya terjatuh dan sering gagal ketika belajar memanjat, there is no excuse to say, “hey world! I’m an elephant, not a monkey!”

So? What do you think?

Mohon Maaf jika tulisan ini menyinggung beberapa rekan, saya hanya mengutarakan apa yang ada di pikiran saya tentang filosofi yang mungkin berpotensi menyesatkan jika tidak diberikan batasan masalahnya menurut saya.





Best Regards,

Ade Setio Nugroho

Thursday, April 18, 2013

Untitled

"Jika diam adalah emas, maka mencintai dalam diam adalah perak dan kesempurnaan jiwa" -Hillary Reinhart-

yap.. setelah sekian lama.. akhirnya tulisan berbau roman dan picisan kembali muncul di lembar-lembar blog ini..
sebenarnya, setelah gagal untuk entah yang keberapa kalinya menjalin hubungan dengan makhluk bernama wanita beberapa waktu lalu.. 
aku sudah hidup seperti biasanya..
aku sudah lupa sakitnya dikhianati, lelahnya berpura-pura dalam kasih sayang yang sebenarnya tak pernah ada..
ini bukan tentang galau atau sebagainya.. atau sakit hati dan embel-embelnya..
setiap orang pernah putus cinta, setiap orang pernah terluka..
ini hanya mengulas sedikit tentang yang aku kira dulunya "cinta"..

ada yang bilang, cinta itu lahir dari tetesan air mata..
tapi buatku, doa adalah lambang cinta yang nyata..

kahlil gibran pernah berkata, "Cinta adalah buah dari kecocokan jiwa, bukan ketekunan pendekatan dan sebagainya"

aku, mungkin kita, seringkali salah persepsi tentang sesuatu yang aku kira "cinta"

jika cinta memang lahir dari air mata, berapa banyak cinta yang telah terbuang sia-sia?


Tuesday, February 19, 2013

Great People isn't Born, It Was Created

19 februari 2013
"Great People isn't Born, It Was Created"

Hari ini adalah wisuda periode pertama di 2013, dan baru 1 orang dari teman seangkatanku yang lulus. Abednego Eka Praba Anindita, Seseorang yang luar biasa hebatnya di bidang akademik menurutku. Lulus dalam kurun waktu 3 tahun 5 bulan, menyandang predikat cumlaude satu-satunya di Fakultas Teknik untuk lulusan angkatan 2009 dengan IPK 3,84. Lalu sudah ada panggilan dari Schlumberger. Wow, bahkan sangat wow menurutku.

Lalu, apakah aku iri? *eventhough in positive way*
Absolutely not.
although in the deep of my heart, i'm so proud have a friend like him.
Furthermore, i always believe, Tuhan selalu adil dalam membagi "jatah talenta" untuk setiap umat manusia, dan kelebihan abed? dia memaksimalkan talenta yang ada di pada dirinya, dan membuat itu menjadi istimewa.
dan jika ada yang tidak hebat di akademis, namun juga tidak hebat di bidang lain, dan mengeluh, Bitch Please, Great People isn't Born, It Was Created!
Aku yakin Abed memang diberi talenta yang lebih dalam bidang akademis dari mahasiswa2 lain, tapi bukan talenta itu yang membuatnya menjadi istimewa, tapi usahanya.

Melihat Euforia hari ini di kampus, tak terasa, sudah hampir 4 tahun aku menjadi mahasiswa teknik fisika gajahmada. Rasa-rasanya baru saja melewati masa-masa ospek di hari kemarin, dan sekarang sudah harus memeras otak dan mengikat semangat menyelesaikan skripsi. Karna sungguh, musuh terberat dalam mengerjakan skripsi bukan skripsi itu sendiri, tapi diri sendiri.

At the end, once again i say, Congrats for my friend..
Tetap bersahaja..
Semoga Bukan hanya hebat saat menjadi mahasiswa,
Tapi juga hebat dan bermanfaat saat sudah terjun langsung di masyarakat.


Salam Hangat,
Ade Setio Nugroho

Thursday, February 14, 2013

Here We Are!

5-6 Oktober 2012

tak ada sepi di malam tadi..
kabut tipis, rintik-rintik hujan, api unggun, alunan nada gitar dan biola,
memecah hening sunyi di lereng selatan Merapi..

Di lereng selatan merapi, langit tak begitu cerah malam ini, bintang-bintang bersembunyi dibalik kabut tipis.
kali ini bukan pendakian, hanya acara sederhana sebenarnya, camping ceria beserta pembukaan diksar Mapala Satu Bumi Teknik UGM. 
Ada seorang yang berbicara, mengapa dia ingin masuk dan menjadi bagian dari Mapala Satu Bumi, jawaban yang retoris dan klise sebenarnya, "saya ingin lebih dekat dan mencintai alam", ada pula yang menjawab, "saya ingin naik gunung". Pernyataan tersebut ditanggapi dengan sempurna oleh mbah jarod, 
"Mencintai alam itu bukan suatu pilihan, tapi kewajiban dari setiap manusia".
ya begitulah mbah jarod, dengan segala keunikan pemikirannya.. hehe


mendengar alasan "saya ingin naik gunung", aku seperti terbang ke masa lalu, ketika memutuskan untuk ikut Sispala. Yap, motivasiku dulu hanya 1, ingin naik gunung, dan in fact, there is no mountain in borneo except Bukit Raya. Naik gunung seperti hanya mimpi belaka untuk anak-anak sispala di kalimantan. but, by the time has gone, aku mulai lupa motivasi dan obsesiku terhadap gunung, ada sesuatu yang jauh lebih menarik daripada itu (naik gunung) di organisasi pecinta alam.
what else?  solidaritas, persaudaraan, sosiologi pedesaan, dll, aku belajar banyak hal di organisasi pecinta alam. dan yang paling penting adalah belajar membunuh ego yang (relatif) tumbuh subur di dalam setiap jiwa manusia.. aku juga berani bertaruh, belum ada yang mampu menandingi solidaritas dari anak-anak pecinta alam.



Malam semakin larut, nyayian dan nada gitar semakin ke arah yang tidak jelas, biola mulai di gesek oleh mbah jarod, api unggun yang semakin redup, bersama sedikit rintik-rintik air dari langit.
Malam yang biasa saja sebenarnya, tapi bersama orang-orang yang luar biasa, orang-orang yang berdedikasi tinggi terhadap masyarakat, orang-orang dengan pemikiran-pemikiran yang sulit di tebak, yah, here we are! Manusia-manusia gondrong, celana sobek, (sebagian besar) kucel, yang tak pernah berharap di sambut masyarakat, namun selalu siap sedia untuk masyarakat. :)



Salam Lestari,
Ade Setio Nugroho