Bahagia itu sederhana.. terhambur begitu saja di Gunung, Pantai, dan Senja..

Wednesday, May 23, 2018

Rinjani 100: My First Trail Running

Rinjani100 2018, saat turun dari summit

Ikut event lari di gunung atau trail running adalah keinginan saya yang belum pernah tercapai sebelumnya. Pertama kali tau tentang trail running saat melihat event GP100 tahun 2015 (https://gedepangrango100.com/ ) (Trail running Gunung Gede dan Pangrango), namun pertama kali terbesit untuk ikut trail running adalah event BTS ultra tahun 2015 untuk kategori 30 km (https://btsultra.com/) (Trail running Gunung Bromo, Tengger, dan Semeru). Namun semuanya cuma angan belaka.

Pertengahan february lalu, saya diingatkan oleh memory facebook tentang postingan foto saya di gunung rinjani pada tahun 2012.

Rinjani, Juli 2012

Lalu saya mention hadi (teman saat mendaki rinjani 2012 lalu) "kapan kesini lagi?", dan di jawab dengan "aku sih bulan mei" lalu menyertakan website https://rinjani100.com/

Saya pun kepo, dan melihat ada peluang untuk ikut, ada 4 kategori yaitu 27 KM, 36 KM, 60 KM, 100 KM, hadi ikut kategori 60 km, saya berkesempatan untuk ikut kategori 27 km atau 36 km karna 2 kategori ini tidak memerlukan kualifikasi pernah ikut trail run atau half marathon ataupun full marathon sebelumnya. Ya, saya hanya punya pengalaman mendaki yang itu pun terakhir kali nya Agustus 2016, tidak punya pengalaman trail running, half marathon, apalagi full marathon, lari 10 km pun belum pernah. Tapi keinginan untuk pergi ke gunung lagi, untuk pergi ke rinjani lagi, ditambah dukungan dari anet yang juga rela waktu cuti saya yang terbatas dipergunakan untuk ke rinjani, membuat saya memberanikan diri untuk daftar.

Sebelumnya, saya bertanya ke hadi, apa tidak berlebihan untuk first time trail running saya ke rinjani. Namun hadi meyakinkan kalau rinjani lebih cocok untuk pendaki daripada pelari (road runner) dan basic pendaki saya akan sangat membantu disana. Saya pun mendaftar kategori 36 km.

Course Map Category 36 KM

Elevation Gain Category 36 KM

Saya diizinkan untuk ikut oleh Anet dengan syarat harus latihan, saya pun memulai latihan dengan jogging 5 km, dan meningkat menjadi 10km (cuma 2x sih hehehe). Hadi berpesan jika ingin finish saya harus pergi latihan lari di gunung walau hanya sekali, atau paling tidak latihan naik turun tangga, dan harus membuat kaki saya merasakan lari atau jogging sejauh 36 km. Karna saya hanya libur di hari minggu, opsi untuk latihan ke gunung adalah hal mustahil, dan saya pun hanya jogging dengan durasi rata-rata 1-2x/minggu dan jarak rata-rata 5 km.

Seminggu sebelum event Rinjani 100, saya mulai panik, saya merasa tidak melakukan cukup latihan, hanya jogging 5 km itu pun dengan pace yang tidak memuaskan, pace tercepat saya hanya 6'17. Saya bercerita ke Anet tentang kekhawatiran saya, namun jawaban Anet sangat menenangkan, "gak usah dipikirin finish under COT (Cut off time), enjoy aja, anggap aja ini untuk ngobatin kerinduanmu dengan Rinjani". Ya, Anet memang tau cara menenangkan saya. :)

Training Log sebelum Rinjani 100 yang sangat minim.

Tibalah hari keberangkatan ke Lombok, saya menggunakan shuttle bus yang disediakan panitia untuk menuju sembalun dari bandara. Setiba di sembalun saya menuju ke rumah bang ridwan (kenalan dari mang Anto Koboi) untuk menumpang menginap, penginapan di sembalun full booked bahkan dari 3 bulan sebelum race. Sore hari nya saya bertemu dengan hadi dan rombongannya, di antara rombongan hadi, tak satupun yang ikut kategori 36 km, semuanya ikut kategori 60 km dan 100 km, bahkan yang perempuan pun ikut nya 60 km, jadi minder saya. hahahahha. Malam hari mengambil race pack di race central, lalu istirahat, setelah berdiskusi dengan hadi tentang strategi target waktu untuk tiap water station supaya bisa finish under COT.

Race dimulai hari jumat jam 23.30, dan cut off time untuk kategori 36 km adalah hari sabtu jam 14.30 (15 jam). Pukul 22.30 saya sudah di race central, pemanasan, lalu menelfon anet sebentar, dan bilang jika saya sampai di puncak lebih awal dari target, saya akan mengabari, tapi jika mepet waktunya, saya akan mengabari selepas finish insyaAllah.

15 Menit sebelum start, masih bisa senyum sumringah.
10 menit sebelum start, lagu Indonesia Raya di perdengarkan, kami bersama-sama bernyanyi. Tepat pukul 23.30 race dimulai.

Start Line Sembalun, kategori 36 KM

KM 0 (Sembalun, Start Line) - KM 7.5 (Pos 1, W4)
Target waktu 2 jam. Hadi berpesan untuk menjaga Heart Rate (HR) di bawah 150, supaya nd penyok nanti katanya. Namun baru start saja HR saya langsung naik ke 170, saya turunkan pace supaya HR turun ke 150, tapi saya semakin tertinggal, saya pun menaikkan lagi pace supaya tetap bisa mengikuti orang di depan saya, dan HR pun naik menjadi 160-170. Saya sampai di Water station pertama dalam waktu 1.5 jam. lebih cepat setengah jam dari target. Saya tidak berhenti lama di sini, hanya mengisi aqua 600 ml dengan bubuk pocari sweat dan langsung melanjutkan perjalanan. Kondisi masih fit.

KM 7.5 (Pos 1, W4) - KM 13.5 (Plawangan Sembalun, W2)
Target waktu 4 jam. Dimulai dari pos 1 ini, tanjakan nya semakin menjadi jadi, ya, bukit penyesalan, bukit yang bikin saya maki-maki sambil gendong carrier 6 tahun lalu. Saya sampai di Plawangan sembalun atau water station kedua dalam waktu 3 jam, 1 jam lebih cepat dari target. Disini saya berhenti sejenak, mengisi air, lalu wudhu untuk persiapan solat subuh, karna saat tiba di plawangan sembalun sudah jam 4 pagi, adzan subuh sekitar jam 5.10, dan sudah pasti saya sedang dalam perjalanan menuju puncak dimana tidak ada air selain air minum saya. Kondisi masih fit.

KM 13.5 (Plawangan Sembalun, W2) - KM 18.2 (Puncak Rinjani, W3)
Target waktu 4 jam. Belum 200m start dari plawangan sembalun, paha kanan saya keram, padahal kondisi saya masih fit, mungkin karna berhenti mendadak, lalu terkena dingin saat wudhu, saya berhenti sejenak, takut bertambah parah keramnya, sekitar 1 menit saya duduk, baru melanjutkan lagi, dan alhamdulillah keramnya hilang. Trek pasir dan batu mulai menyiksa, menyiksa fisik dan mental, untung nya saya membawa trekking pole atas saran hadi yang ternyata sangat membantu, saya juga bersyukur sering main ke Gn. Merapi saat kuliah, jadi saya sudah terbiasa baik fisik maupun mental dengan jalur pasir batu yang sangat menyiksa ini. Saya sampai di puncak rinjani dalam waktu 3.5 jam, setengah jam lebih cepat dari target. Saya istirahat sekitar 15 menit, makan energi bar, minum, dan selfie selfie (bawa tongsis, wkwkkw). Kondisi masih fit.

Bonus Sunrise di jalur summit
Mulai emosi sama jalurnya. (Hak foto by RunGrapher)

KM 18.2 (Puncak Rinjani, W3) - KM 22.9 (Plawangan Sembalun, W2)
Target waktu 45 menit. Saya turun secepat mungkin, berlari saat jalur memungkinkan dan berjalan cepat jika berbahaya karna terlalu banyak batu. Satu Trekking pole saya sampai bengkok saat saya terjatuh (memang trekking pole 75rb sih). Saya sampai di Plawangan sembalun sekitar 1 jam, lebih lambat dari target. Saya pun mengurungkan niat untuk makan pop mie di WS sembalun, mengisi air dan coca cola, melipat jaket, dan langsung melanjutkan perjalanan. Lutut saya mulai terasa sakit.

Sampe nyungsep nyungsep. (Hak foto by RunGrapher)

KM 22.9 (Plawangan Sembalun, W2) - KM 28.9 (Pos 1, W4)
Target waktu 1.5 jam. Awalnya saya confident untuk bisa berlari cepat saat turun, karna sepengalaman saya naik gunung, saya hampir tidak pernah mengalami kesulitan dan selalu bisa ngebut saat turun (kecuali turun dari batas vegetasi Gn. Merapi jalur kinahrejo). Namun ternyata lutut saya sudah mulai nyeri, mungkin karna terlalu dipaksakan saat turun dari puncak dan teknik downhill yang kurang baik, ditambah sepatu saya yang licin (saya menggunakan road running shoes karna tidak punya trail running shoes). Saya hanya bisa berjalan cepat. Sampai di Pos 1 sekitar 2 jam. Mengisi air, lalu lanjut lagi. Lutut semakin nyeri.

Muka mulai ndak nyantai. (Hak foto by RunGrapher)

KM 28.9 (Pos 1, W4) - KM 36 (Sembalun, Finish line)
Target waktu 1 jam. Lutut saya semakin nyeri, semakin tersiksa saat turunan, rasanya sepengalaman saya di gunung, ini pertama kali nya saya merasa tersiksa dengan turunan dibandingkan tanjakan. Perut saya pun mulai tegang, dimana membuat saya tidak bisa menarik nafas panjang, saya tau, inilah resiko dari memaksakan tubuh saya, resiko dari kurang nya latihan, kaki dan badan saya belum pernah merasakan 36 km dalam semalam, dengan tanjakan dan turunan sadis rinjani. Saya hanya bisa berjalan disisa-sisa Km ini, dengan kondisi lutut dan perut yang sudah sangat sakit. Awalnya saya ingin memaksakan lari disisa-sisa Km ini, namun saya melihat jam, dan masih mungkin untuk saya finish dalam waktu under COT walau dengan berjalan, saya tidak ingin mengambil resiko kaki atau perut keram dan malah tidak bisa melanjutkan race ke finish line yang hanya tinggal sedikit ini. Beberapa ratus meter sebelum finish line, sudah terlihat race sentral, saya pun kembali semangat untuk memaksakan berlari kecil untuk masuk ke finish line. Saya sampai di sembalun sekitar 2 jam, 1 jam lebih lama dari target. Saya pun finish dengan waktu 13 jam 56 menit. Menyisakan waktu 1 jam 04 menit dari cut off time. Alhamdulillah, Allah memberikan saya kekuatan untuk menjadi finisher kategori 36 km.

Finish line, abaikan muka penyoknya. (Hak foto by RunGrapher)
Finisher Medal 36 KM

Melelahkan, menyakitkan, tapi saya merasakan kepuasan lain saat melewati finish line, kepuasan yang sulit untuk dijelaskan, namun membahagiakan.
Semoga ini menjadi awal yang baik untuk bisa ikut race dengan jarak yang lebih jauh dan motivasi untuk menjadi lebih kuat.
Lalu, saya pun berangan-angan untuk bisa menjadi finisher ultra trail 100 km suatu saat nanti, dimana Anet sudah menunggu di finish line untuk memberikan pelukan hangat. Ya, hopefully one day.


Ditulis di Malaysia, 23-May-2018,
Untuk pengalaman di Rinjani 100 race event, Gunung Rinjani, 4-6 May 2018



Bonus: Rinjani 100 tahun 2018 short video. (Source: https://rinjani100.com/)


Monday, March 5, 2018

Menikah (1 Tahun Pernikahan Kami)


Tulisan ini seharusnya saya posting minggu lalu, 25-february-2018.

Menikah

Untuk sebagian orang, kami menikah di usia yang relatif muda, saya menikah di usia 25 tahun dan istri saya di usia 22 tahun. Pada saat itu saya telah lulus kuliah dan bekerja sekitar 3.5 tahun, namun istri saya belum genap sebulan wisuda S1. Pak penghulu menyebut nya mendapatkan 2 hal besar dalam 1 bulan, yaitu ijasah dan ijab sah.

Menikah di usia yang relatif muda bukanlah keputusan yang mudah untuk seorang wanita aktif dengan ipk cumlaude. Banyak hal menjadi tambahan pertimbangan dalam mengambil keputusan ke depannya, seperti rencana bekerja, mimpi untuk melanjutkan study di luar negeri, dan banyak hal lainnya.

Namun, bukankah tak ada usia pasti kapan seseorang harus menikah, jika kedewasaan dan kemapanan adalah syarat nya maka saya rasa tak ada yang benar benar siap untuk menikah. Setiap orang memiliki waktu masing-masing, ada yang bisa menikah di usia 25, ada yang di usia 30, bahkan ada yang di usia 40. Tak perlu menanggapi berlebihan, sebab tak ada yang terlalu cepat, ataupun terlalu lambat. Ya, karna setiap orang memiliki waktu masing-masing.

Minggu lalu, 25-february-2018 adalah 1 tahun pernikahan saya dan anet. Sedih memang, tidak bisa bersama sama saling menggenggam tangan dan berpelukan untuk mensyukuri itu. Saya di malaysia, anet di semarang sedang mengunjungi temannya pada saat itu. Tapi bukankah jarak mengajarkan kita apa arti rindu, dan juga menghargai waktu dikala bersama?

Waktu berjalan begitu cepat, rasa rasanya belum lama kita menikah, dan ternyata sudah 1 tahun saja. InsyaAllah masih ada puluhan tahun yang menunggu di depan sana, untuk diisi dengan cerita bahagia kita, yang mana stasiun dan bandara tak lagi menjadi pusat bahagia kita, dan pula pusat derita.

Sayangku,
Terima kasih, untuk menerima ku yang sangat banyak kekurangan ini.
Terima kasih, untuk kesabaranmu menunggu dan menahan rindu.
Terima kasih, telah mempercayakanku sebagai imam mu.

Salam Rindu,
Malaysia, 4-Maret-2018

Friday, November 6, 2015

Surat Buat Bapak (4)

Assalamu’alaikum,
Bapak Apa kabar?
Hari ini tepat 1 tahun kepergian bapak.
Adek baru balik dari site nih pak.
Lembur tiap malam. Hehehe

Pak,
Sasya sekarang udah kelas 1 SD lho pak.
Kemaren sasya pernah naik sepeda ke sekolah nya. :D
Kila juga makin ceriwiisss, makin pinter.
Adek pay udah bisa jalaaannn.
Capek pak jagain adek pay, kl bapak yang jagain pasti ngos2an. Hehehe

Pak,
Mas Bowo Januari tahun depan pindah ke Malaysia pak,
Udah jadi visa nya, Alhamdulillah family status.
Jadi bisa bawa teh ummi, kila, adek pay.
Alhamdulillah bisa kumpul lagi mereka sekeluarga, segera..
Oh iya, minggu lalu mas bowo balik ke Indo lho pak.
Tapi ndak ke Pontianak, jadi Ibu sama mbak nen yang ke Jakarta.

Pak,
Bolehkah kasi adek kesempatan lagi?
Buat nganterin bapak keliling-keliling ke sekolah-sekolah,
Nawarin pas photo, keliling ke pelosok2 yang muridnya ndak lebih dari 15 orang.
Sambil bapak bawa foto keluarga kita terbaru,
Foto bapak-ibu sama 4 sarjana teknik anak-anak bapak,
Sambil senyum bahagia nunjukkin ke teman-teman bapak.

Pak,
Teringat bapak, Teringat kesabaran bapak,
Teringat kerja keras bapak,
Hingga adek bisa sekolah dan menjadi seperti adek yang sekarang ini,
Terima kasih ya pak.
Rasanya ndak seberapa perjuangan hidup adek dibandingkan hidup bapak.
Sekolah tinggal sekolah aja malas, padahal nd perlu mikir bayar pakai apa,
Keluarga makan apa.
Teringat bapak yang dari kelas 5 SD pulang sekolah harus kerja,
Cari kayu bakar, supaya bisa bayar sekolah dan bantu keluarga supaya bisa makan.

Pak,
Tiap lewat toko kamera, adek selalu ingat bapak.
Selalu ingat bapak yang pengen banget lensa tele,
Tapi ndak pernah kebeli sampe bapak pergi.
Maaf ya pak, adek blum punya rejeki yang cukup.

Pak,
Maaf ya pak kl dari kecil belum jadi anak yang berbakti,
Maaf kalau sempat jadi berandalan yang bikin bapak pusing.
Semoga seiring berjalan waktu,
Adek bisa menjadi amal jariyah buat Bapak dan juga Ibu.
Karna pada akhirnya doa yang sampai bukan doa anak ITB, anak UGM, anak Petronas, atau anak Chevron kan ya pak?
Tapi doa anak yang soleh ya pak?

Sekali lagi, Terima Kasih pak,
Untuk menjadi Bapak yang istimewa buat kami,
Untuk menjadi Suami yang istimewa buat Ibu,
Untuk menjadi Mbah yang istimewa buat Sasya, Kila, Adek Pay.

Adek kangen Bapak.

Salam Sayang,
Anak Bungsu Bapak.
Malaysia, 6-November-2015

Thursday, August 6, 2015

Surat Buat Bapak (3)

Assalamu'alaikum
Bapak apa kabar? :)
Biasanya jam segini bapak lagi baring di kasur main onet,...
ditemenin ibu yang lagi nonton tukang bubur naik haji. Hihihi


Pak,
Hari ini 9 bulan kepergian bapak,
Mbak nen udah cetak lho pak foto keluarga kita yg terakhir idul adha tahun lalu,
Udah dibingkai juga,
Foto bapak waktu naik haji sama ibu juga udah dibeliin bingkainya lho. :)
Rumah mbak eka udah naik 2 tingkat lho pak.. besaaarrr.. :D
Pak,

Kemarin lebaran pertama kita tanpa bapak,
Kita kyk gak ngerasa lebaran di rumah,
Gk ada sungkem2 ke bapak,
Gk ada dapet 50rb lagi dari bapak,
Gk ada yg narik2 dompet dari celana waktu sungkem,

Ibu nangis lagi pak, maaf adek cuma bisa meluk ibu waktu itu.
Karna adek juga gak kuat buat ngomong.

Tapi ada anet pak, anet bisa ijin 5 hari dari kkn nya. :D

Pak,
Bapak udah tau belum?
Mas bowo insyaAllah kalau lancar akhir tahun ini pindah ke malaysia,
Adek kemarin di phk,
Tapi Alhamdulillah, malah jadi jalan mendapat rejeki yang lebih pak,
Memang bener rejeki dari Allah gk bakal ketukar ya pak,

Pak,
Adek hari minggu ini pulang ke pontianak bentar pak,
Mau salim dulu sama ibu,
InsyaAllah hari selasa adek ke malaysia,
Doain lancar ya pak.

Pak,
Bapak baik2 aja kan disana?
Bapak sehat kan?
Udah gk perlu minum obat tiap hari pagi dan malem kan? :)

Pak,
Adek pengen cerita lebih banyak,
Sambil makan kepiting lada hitam di abang kepiting,
Atau sambil ngantar bapak keliling2 ke sekolah2 buat nawarin pas photo,
Adek kangen bapak.  :(


Jakarta, 6-Agustus-2015
Salam Sayang,
Anak bungsu bapak.

Friday, February 6, 2015

Surat Buat Bapak (2)

Assalamualaikum,


Bapak, Apa kabar? :)
Hari ini tepat 3 bulan nih bapak pergi.
Bapak udah tenang kan di sana?

Adek masih di kantor nih pak, lembur. Hehe

Pak, bulan lalu bapak dapet arisan lho pak, yang adek sama mas bowo patungan bayarin bapak.
Sayang banget rasanya dapetnya setelah bapak pergi, padahal adek pengeeeeeen bener liat senyum bahagia bapak kalau dapet arisan itu.


Pak, minggu depan adek ke lapangan nih pak, ada survey, ke site tripatra, ke cepu lagi..
Rejeki bener bisa ketemu temen-temen lagi di sana, walau cuma sehari.
Nginep nya di hotel aston lho pak, pesawat nya juga di kasi Garuda buat PP.. hihihi


Pak, bulan lalu habis umroh, ibu ke Jakarta 10 hari, masih cerita tentang bapak terus,
Cintaaaa banget kayaknya ibu sama bapak tuh pak.
Semoga adek bisa jadi pasangan kayak bapak sama ibu juga nantinya ya pak.


Pak, sampe hari ini, ibu setiap pagi selalu ke makam bapak lho pak,
Bapak tau kan?
Setiap senin sama jumat ibu juga bawain bunga-bunga baru, jadi makam bapak selalu cerah, enaaakk banget diliatnya.


Pak, adek kangen peluk bapak lagi.
Kangen diomelin bapak kalau lupa tutup pintu kamar bapak lagi,
Kangen nemenin bapak makan kepiting sampe-sampe sasya ketiduran.

I wish i could have more time,
Give anything you want, with my salary,
Hug you.. :(



Jakarta, 6 February 2015
Salam Sayang,
Anak Bungsu Bapak

Tuesday, December 2, 2014

Happy Birthday My Love


20 tahun lalu,
Seorang perempuan lahir,
Soerang perempuan cantik yang tumbuh menjadi pribadi tangguh.

Tawa, dan pula air mata,
Tak pernah lepas mengiringi perjalananmu,
Terkadang letih terpendar dari matamu,
Namun semangat tak pernah menjauh.

Bukankah 20 tahun terlalu singkat untuk memaknai kehidupan?
Namun, juga terlalu lama bila hanya duduk manis di bangku sekolahan.

Mungkin dunia mengenalmu lewat IP cumlaudemu,
Namun aku mengenalmu lewat kantung hitam di matamu,
Mungkin dunia mengenalmu lewat gelak tawamu,
Namun aku mengenalmu lewat air matamu,

Bagi dunia, hari ini hanyalah hari selasa,
Bagi dunia, kamu mungkin hanyalah seseorang,
Namun bagi seseorang, kamu adalah dunianya!

Selamat Ulang Tahun ke-20 sayang,
Semoga Allah menjaga mimpi-mimpi kita.. Aaamin..

Jakarta,
2-Desember-2014,
Ade Setio Nugroho

Saturday, November 15, 2014

Surat Buat Bapak

Assalamualaikum,


Bapak apa kabar?
Sudah seminggu semenjak kepergian bapak, mas bowo sudah pulang ke kuwait, adek juga sudah pulang ke jakarta, tapi bapak tenang aja, masih ada mbak eka sama mbak neni yang jagain ibu.

Pak, ibu rencananya mau umroh nih pak, nemenin makwe, dulu kan bapak gak mau diajakin karna kondisi kesehatan, ibu juga gak mau ninggalin bapak, sekarang ibu bisa berangkat tanpa khawatir ninggalin bapak di rumah.

Pak, kemarin ibu nunjukin buku harian bapak dari tahun 1973.. hehehe.. lengkaapp bener, dari tanggal kakek meninggal, ibu keguguran, tabungan2 bapak.. hehe..  gak nyangka, ternyata kegemaran menulis adek dapet nya dari bapak, ibu juga nunjukin surat2 cinta dari bapak dulu sebelum pacaran sama ibu.. :D

Pak, maaf ya kl adek dulu sering ngeluh kalo di suruh2 bapak. Adek nyeseellll banget. Seandainya waktu memang bisa di putar balik..

Pak, bapak tau gak? Dulu, gak sedikit lho yang biasa mencemooh adek karna kadang ninggalin kegiatan buat kuliah dan skripsi. Tapi adek gak peduli pak, soalnya adek janji sama diri adek sendiri, harus lulus cepet, supaya bisa foto pake toga sama bapak. Supaya bisa cepet kerja dan ngerasain gaji adek buat bapak sama ibu.
Ngelihat senyum bapak waktu wisuda adek tuh pak, rasanya, duh, it's so fucking hard to describe it with words.. 

Yang pastinya, persetan dengan orang2 yang mencemooh adek, I had chosen the very right decision.
Lulus cepet dan Alhamdulillah gak sempet nganggur sama sekali..
Adek yakin itu semua berkat doa dari bapak dan ibu.


Pak, adek memang jaraaanng banget bilang sayang ke bapak, tapi bapak tau kan kalo adek sayaaanngg banget sama bapak, orang2 yang deket sama adek pasti sering denger cerita2 hebat tentang bapak dari adek.

Pak, banyak orang bilang kalo bapak dan ibu beruntung punya anak-anak seperti kami,
sesungguhnya mereka keliru pak, kami lah yang sangat beruntung memiliki orang tua seperti bapak, dan ibu. :)

Pak, soal warisan, bapak jangan khawatir, gak ada sedikitpun ribut2 tentang bagi2 harta, kita semua udah sepakat, gak ada pembagian warisan, semua harta yang bapak tinggalkan jadi milik ibu.. adek tapi minta baju muslim sama sarung bapak ya pak, sama baju batik bapak waktu wisudaan adek..
Eh iya, sama minjam kamera nikon d60 nya ya pak.. :D

Oh iya pak, anet ada buat tulisan tentang bapak, ibu sama mbak eka nangis bacanya, anet juga nangis waktu nulisnya katanya, isi nya katanya bapak orang yang hebat dan kami beruntung punya bapak seperti bapak.
Eh iya, anet juga keselip doa tuh supaya bisa jadi bagian dari keluarga bapak.. :D

Pak, udah dulu ya, bapak yang tenang di sana, insyaallah adek kirim al-fathihah buat bapak setiap habis sholat.. adek sayang bapak..


Jakarta, 13-Nov-2014
Salam sayang,
Anak bungsu yang paling bandel
Ade Setio Nugroho

Selamat Jalan Bapak Tercinta...

Innalilahi wainnailaihi rojiun.
Selamat jalan bapak kami tercinta.. Drs. H. Addy Moelono..
Kebanggan kami.. panutan kami..

Kami percaya inilah yang terbaik..
Diangkat segala penyakit nya oleh Allah.. 

di sembuhkanlah bapak dengan caraNya..
Kami percaya penyakit bapak dengan keikhlasan dan seijin Allah,

Insyaallah penggugur dosa2 bapak di dunia..

Bapak, kami ikhlas, bapak yg tenang di sana, 

di perjalanan menuju Surga Allah SWT.
Lewat air mata yang tertahan,
lisan yang mungkin tak terucapkan,
kami titipkan salam perpisahan panjang..
Allah jelas tau, betapa sayang dan berharganya bapak untuk kami..

Bapak, terima kasih, you were the best father in the world..
Terima kasih atas didikan kerasnya hingga kami menjadi kami di hari ini.
Bapak, di saat kepergian bapak yang insyaallah husnul khotimah,
bapak tanpa suara rintihan sedikitpun,
hanya nafas yang perlahan menurun, dan terhenti.
Gema suara Lailahaillallah menggema di kamar bapak.

Bapak istirahat terakhir dikamar bapak, di kasur bapak, seperti yang bapak pengen..
tanpa infus, tanpa tranfusi, tanpa selang oksigen..
Namun di kelilingi oleh seluruh keluarga kecuali mas bowo..

Bapak, bapak pasti sangat mengerti kan betapa mas bowo pasti sangat ingin menggenggam tangan bapak saat itu, like I did..
Tapi mas bowo masih di perjalanan dari kuwait..
Maaf kita gk kasi tau bapak, kita gk mau bapak maksain diri.
Kita tau bapak udah lelah dan rindu istirahat panjang..

Bapak, bapak tau? Banyak sekali uluran bantuan untuk bapak, bahkan dari orang2 yg gak kenal bapak,
Temen2 adek banyaaakkk sekali berikan dan menawarkan bantuan..
Betapa banyak sekali orang2 yg ingin membantu bapak, karna bapak orang baik..

Bapak, sepertinya tangan adek udah mulai sulit untuk menulis, walalu lelah namun tak akan henti tulisan ini,
Adzan subuh sudah berkumandang,
air mata juga sudah menetes perlahan..
Bapak selamat jalan..
Surga menunggu bapak, sampai ketemu di surga ya pak..
I love you, we love you, more than you had ever imagined..

7 november 2014
Pontianak

Tuesday, October 21, 2014

Welcome the New Life


Welcome the new life
 
Second day, working in Jakarta..
No more bus performa, no more safety shoes, safety glass, safety vest.
Welcome, macet jakarta, 2.5 jam perjalanan pulang pergi..
Welcome, my new career path, new step in my life.
Waktu kecil, melihat orang2 kerja di gedung2 tinggi di sudirman, thamrin, it seems like, oh man, "mungkin gak ya aku ke sana"
And here I am..
Tetap bersyukur, tetap rendah hati.. jangan jadi sombong ya le..

Ade Setio Nugroho,
Instrument Engineer

Tuesday, October 7, 2014

Merapi, Her First Hiking Experience

20-21 Agustus 2014

"Bang, Anet dibolehin naik gunung sama abang"
Adalah 1 kalimat yang menggeparkan duniaku, siapa yang bisa menahan suka cita nya saat bisa membawa orang yang disayang ke gunung, dengan izin dari keluarganya. :D

Ini entah yang keberapa kalinya aku naik gunung merapi, tapi ada yang jelas berbeda kali ini. Hell yeah, it felt so fucking different when you brought the one you love..
For the first time, I thought i need someone to back me up when I guide a beginner at merapi.
Bukan karna aku ragu kemampuanku, hanya saja I wanna give my best for her, give the very safe condition for her. :)

Kadang aku heran, bagaimana mungkin seseorang yang baru 1x ke merapi, berani membawa 3 orang pemula, perempuan pula, sendirian.
Sinting? Iya. I heard that from my friend.

Sudah sejak lama, aku ingin membawa seseorang yang aku sayang ke tempat ini, ya, merapi, tempat yang sudah seperti taman bermain kami.
Aku ingin dia melihat langsung tirai senja dari pos 2,
Aku ingin menggigil bersama di kala temaram tiba,
Aku ingin melihat bintang jatuh bersama,
Dan segala tentang indahnya dunia jauh dari keramahan dan keramaian yogya.

Adakah yang lebih menyenangkan dari ini?
Membawa orang yang disayang berdiri di atas awan,
tersenyum senang setelah merangkak di atas tanah pasir berbatu, berdiri di atas tanah tertinggi di yogya..

I wrote this, "kota menawarkan berjuta kemewahan, tapi alam memberikan keindahan, dengan kesederhanaan".


Hari ini terasa sempurna, bukan karna senja yang membisukan kata.
Hari ini terasa sempurna, bukan karna temaram dan merah jingga nya.
Hari ini terasa sempurna, bukan karna puncak merapi dan kawahnya.
Hari ini terasa sempurna, karena, sederhana, ada dia.
Ada dia yang senyum bahagia dengan naik gunung pertamanya, puncak gunung pertamanya.  :)


Gunung Merapi,
20-21 Agustus 2014

Salam Sayang,
Ade Setio Nugroho

Saturday, May 3, 2014

Field Break Ke-Empat



Ada yang gugur perlahan ketika sayup mata mendayu,
Sebut saja itu rindu,
Ada yang kekal dan berkembang walau jarak membentang,
Sebut saja itu sayang,


(Langit mulai membiru,
diselimuti dingin dan angin yang tak berhenti menderu)

Di hadapan temaram yang masih membisu,
Aku bercerita tentangmu, sayang,
Sebab kukira, merekalah yang tak pernah jemu.


(Surya mengucap salam,
ketika langit mulai berbicara tentang kedamaian)

Di bibir kawah merapi yang sunyi,
Di balik peluh yang tak sempat kubasuh,
Ada langit yang bercerita lewat diam,
Ada aku yang bercerita lewat tulisan, dan harapan.

Untukmu,
Sayangku, 




 

Gunung Merapi,
24-25 April 2014,
5 hari sebelum pendakian ditutup dan status dinaikkan menjadi waspada
Ade Setio Nugroho

Wednesday, March 19, 2014

Field Break ke-3

9-Maret-2014

Field break ke-3

Ketika mata lebih banyak bercerita,
Ketika doa lebih banyak berbicara, Dan mimpi adalah candu untuk kita, 
Sayang, jangan pernah bertanya "kenapa aku",
Karna kau seribu puisi dan lagu mungkin baru cukup untuk menjawabmu.

Salam kecup,
Dalam perjalanan menuju bojonegoro
9-Maret-2014

*Pict From Pradinelicious.blogspot.com

Untukmu, Kekasihku




Pada suatu ketika, yang biasa kita namai senja,

Kita berbicara tanpa suara,
Saat surya hampir mencium ujung dunia,
Namun aku merasa,
Betapa sunyi yang menjalari kita menyimpan rerimbun kata


Kita adalah jiwa-jiwa yang berserakan,
Lalu dipungut oleh takdir yang bukan kebetulan,
Takdir yang lahir dari serpihan masa lalu,
Mungkin pula takdir yang lahir untuk hari-hari baru

Ah.. Biarlah takdir dan nasib sibuk berdongeng tentang akhir cerita,
Sedang kita sibuk merubah-rubah alur cerita,
Toh kita tak pernah perduli,
Sebab kita punya mimipi-mimpi,
Yang bahkan membuat nasib iri

Sayangku,
Terima kasih selalu bersamaku,
walau aku dengan senyum di balik peluh-peluh,
Aku dengan keringat di balik kemeja abu-abu,
Aku yang bahkan tak punya banyak waktu untuk aku

Sayangku, Genggamlah tanganku,
Aku akan berkelana terus,
Mencicipi kerak-kerak semesta,
Hingga kelak, Aku bisa memperkenalkamu, Dunia.

Selamat Ulang Tahun Zaneta Descara,

Bojonegoro, 2-Desember-2013


Salam Sayang,

Kekasihmu yang menulis ini di atas tanah berbatu,

Tuesday, September 3, 2013

My Graduation Day, My Day, My Happiest Day!

Adakah yang lebih berbahagia daripada keluarga saya hari ini? :)


Abang saya bilang, salah satu kebahagiaan terbesar adalah saat orang tua bisa diajak tertawa dan "menggila" bersama..
Yeah.. and this is the day!
There are no things in this world that more important than my family!
Yeah! this is my family,

Great Family definitely..
Seorang Bapak yang pekerja keras tiada banding,
Seorang Ibu yang penuh kasih sayang,

Dua orang kakak yang bawel namun penuh perhatian,
Seorang abang yang tak pernah lelah memberikan arahan..
This is one of the reason of my struggle..
Bapak dan Ibu panjang umur dan melihat anak bungsunya wisuda.. 



My Super Dad n Super Mom



Saya hanya merasa, hutang saya sedikit terbayar,
Saat di wajah bapak-ibu terlukis senyum yang tak seorangpun mampu menggambarnya..
hari ini.. 27 agustus 2013, genap sudah kebahagiaan dan kebanggaan bapak dan ibu..
Anak bungsu yang selalu pulang jam 1 subuh waktu SMA,
Anak bungsu yang selalu minta disuap makannya saat di rumah,
Anak bungsu yang selalu diingatkan untuk berhenti merokoknya,
Anak bungsu yang selalu diomelin jika naik gunung sendirian,
Hari ini telah menjadi seorang Sarjana..
Orang tua mana yang bisa menahan suka cita di wajahnya,
Saat ke-4 orang anaknya telah menjadi Sarjana..



This is my girl, Zaneta Descara.. Kimia '12 Universitas Gadjah Mada



What should i say? hmm.. little bit speechless actually.. heuheu
Beautifull? Relatively..
Smart? Absolutely!
Kita tak berjanji soal cinta, kita hanya sepakat untuk saling percaya, saling menjaga,

Karna kita sepakat, cinta adalah akibat, bukan sebab..
By the time has gone, i will write more about her.. :)



4 years struggle for these things..
This isn't about my pride..
I dedicate this day, for my lovely father, my lovely mother..
Terima kasih telah memberikan kepada saya pendidikan yang lebih dari cukup, hingga hari ini tiba..
Dan juga kebahagiaan yang tak terhingga..
Mulai hari ini saya akan melanjutkan langkah ke dunia yang lebih nyata..
Terima kasih atas segala apapun, hingga saya menjadi seperti saya di hari ini..



This is my graduation day, my day, my happiest day!

Salam sayang,
Anak bungsu yang paling bandel..
S.T. Ke-4 di keluarga Drs. H. Addy Moelono dan Hj. Maulina
Yogyakarta, 27-Agustus-2013

Sunday, August 18, 2013

Merdeka Itu....

Merdeka itu..
Bukan tentang kebebasan berbuat sesuka hati..
Namun tak punya semangat untuk berbagi..


Bukan tentang berbicara lantang, 

Namun tanpa makna dalam perenungan..


Merdeka itu..
Saat hatimu bebas dari rasa benci yang membelenggu..

Dirgahayu Negeriku..
Salam damai Merah Putih untuk negeri, dari puncak merapi..



Salam Lestari,
Ade Setio Nugroho

Tuesday, July 16, 2013

H-12 Jam Menjadi S.T

seriously, i'm so nervous now..
demam, radang..
buku-buku sudah bertaburan di kamar,
have no idea which one that i should read again..
oh God, Please be nice to me, tomorrow..
Because i do believe, gak ada yang sia-sia..
setiap tetes keringat yang telah jatuh, pasti akan terbayar..
dalam bentuk apapun..

H-12 jam Sidang Pendadaran
H-12 jam menjadi Ade Setio Nugroho, S.T

Monday, July 8, 2013

Skripsi, dan Mimpi?

halo halo haloooo..
sudah sebulan nih gak nulis di blog, lagi selingkuh tiada akhir sama SKRIPSI.. hahaha
harusnya sih sekarang lagi klimaks-klimaknya nih..
minggu lalu, 1juli 2013, dengan penuh deg-degan saya seminar pra pendadaran, dengan setelan yang wuuiihh.. haha
cekidot nih fotonya kalo gak percaya.. soalnya kata kaskus no pict = hoax


Ada satu hal sebenarnya yang selalu ada di kepala saya, sebuah kalimat,
"Mengapa skripsi tetangga selalu terlihat lebih hijau?"
haha, honestly, sometimes i'm envy with the others, saya memulai skripsi lebih dulu dari sebagian teman-teman,
namun sebagian dari mereka lulus duluan.. haha..
however, i know exactly, everyone has their own way,
maybe, in fact, they're more diligent than me.. hehe..

actually, i'm one step closer to be a bachelor engineer..
but, i feel something wierd.. at one side, i wanna finish this as soon as possible,
at the other side, i still wanna enjoy my time being a student..
hehe.. yah, beginilah.. saya dan pikiran saya..

selangkah lagi, saya akan melangkah menuju dunia yang (lebih) nyata..
selangkah lagi, saya mungkin akan mengenakan name tag, celana kain dan kemeja hampir setiap hari..
selangkah lagi, saya mungkin akan menjadi "kuli" di balik meja atau di tengah hutan belantara atau di tengah samudra..
selangkah lagi, saya mungkin akan lebih sering di jalanan penuh polusi dibanding memetik gitar akustik..

namun hal itu brarti,
dua langkah lagi, untuk bisa berkata, "bapak, ibu, ini tiket pesawat buat ke jakarta"
dua langkah lagi, untuk bisa berkata, "mbak, ini uang buat beli obat bapak"
dua langkah lagi, untuk bisa sering memberi makan anak jalanan..
dua langkah lagi, untuk bisa mendirikan sekolah binaan..
dua langkah lagi, saya bisa lebih berarti dari saya yang sekarang ini..
ya, dua langkah lagi..  :)


Marhaban ya Ramadhan.. selamat datang bulan suci ramadhan..
semoga manusia bisa lebih saling menghargai, walau berbeda suku, ras, agama, ideologi..
semoga saya segera sidang pendadaran.. hehe


Yogyakarta, 8-Juli-2013
Salam Hangat,
Ade Setio Nugroho

Wednesday, June 5, 2013

Saya Kangen Rumah!



Saat ini, harusnya saya sedang gencar-gencar nya menulis skripsi, sekarang sudah 5 juni, akhir bulan ini saya harus seminar pra pendadaran, lalu bulan juli saya harus sidang jika ingin wisuda di bulan agustus, tapi entah kenapa lebih mengalir untuk menulis di blog. Skripsi saya banyak masalah, banyak hambatan, sudah beberapa bulan saya menghabiskan waktu di lab dari pagi sampai malam.

Bukan hendak mengeluh saat ini..
Tapi saya hanya merasa sangat lelah, dan lemah
Saya tau betul bukan hanya saya yang sedang berjuang demi embel-embel di nama
belakang ..
Namun saya seperti kehilangan dunia saya,
Dan tiba tiba saya kangen rumah..




Siapa dia?
Drs. H. Addy Moelono namanya..
bapak saya, kebanggaan saya..

yang mendidik saya dengan keras dari kecil..
seringkali orang-orang salah menulis namanya di kertas undangan, karna memang sulit menuliskan namanya..

ini foto 3 tahun lalu, saat bapak masih sehat,
dulu saya mengambil gambar ini dengan keluh kesah di hati..
"ah, gak puas-puas nya ini bapak di foto, gak tau aku capek ya"
dan saat ini, saya sedih, malu dengan diri saya sendiri,
untuk hal kecil seperti itu saja belum bisa berbakti dengan ikhlas..
padahal sekarang berbicara lantang tentang berbakti di pedalaman..

semoga bapak bisa segar kembali, sehat, dan datang ke yogya lagi saat saya wisuda,
akan saya antar kemanapun bapak mau, akan saya fotokan berapa kalipun bapak minta..


sometimes i talk too much, act too much for others, but do nothing or even just a little for my nearest people, like my family.. how could i said, i'm a  sosialist.. 

  *sekedar penyemangat diri saat jenuh dan muak mengerjakan skripsi*



Salam sayang,
anak bungsu yang paling bandel,
Ade Setio Nugroho

Thursday, May 23, 2013

"Siapapun Bisa Dapat Sesuatu, Tetapi Apakah Kamu Pernah Memberi?"

 
 "Siapapun bisa dapat karir yang baik dan ribuan prestasi pribadinya, namun tidak semua pernah punya kesempatan memberikan setahun hidupnya sebagai pengajar muda. 

Siapapun bisa dapat sesuatu. Tetapi apakah kamu pernah memberi?
" [1] 

-Indonesia Mengajar-

- Pemantapan Hati

Tanpa saya sadari, 2 kalimat di atas itulah yang membuat hati dan pikiran saya pontang-panting, membuat saya berencana merubah life mapping saya dalam waktu dekat. Hingga akhirnya saya memutuskan, oke, i'm ready to become "pengajar muda" with all the consequenses.

Walau masih banyak tahap seleksi, perlu kemantapan hati saat mendaftar, berani mendaftar brarti berani bertanggung jawab jika di terima. Saya sendiri perlu waktu 2 hari untuk memantapkan hati, memikirkan apa tujuan saya, apa sebenarnya yang saya cari. Sebab 1 tahun di pedalaman desa, bukanlah waktu yang sebentar, di tempat baru, budaya baru, orang-orang baru. Mungkin cocok, Mungkin juga tidak.

Tadi siang saya di telfon oleh kakak, di tanyain tentang keyakinan dan kemantapan daftar jadi pengajar muda di Indonesia mengajar. Banyak yang bertanya-tanya kepada saya, dari keluarga, teman, hingga dosen yang saya minta menjadi reference saya memanggil saya ke ruangannya, bertanya tentang apa tujuan saya, apa sih sebenarnya yang saya cari. Akan saya coba jelaskan di sini,

“Nak, 20-30 tahun lagi, siapa yang akan membangun Indonesia?”
“Nak, jika ada warisan yang maha kaya berupa semesta alam Indonesia, 20-30 tahun lagi siapa yang akan mengolahnya, mengaturnya dan memanfaatkannya demi manfaat untuk sesama?”
“Nak, jika saat ini kami menanam bibit pohon, 20-30 tahun lagi siapa yang akan merawatnya saat bibit pohon itu telah menjadi hutan?”
“Nak, jika saat ini kalian diajar oleh orang dewasa, 20-30 tahun lagi siapa yang akan menjadi pengajar?”
“Nak, jika saat ini kami menginspirasi dan kalian terinspirasi, 20-30 tahun lagi siapa yang  akan menginspirasi?”
Kalian!!! [2]

- Menginspirasi dan Terinspirasi

Yak, menginspirasi dan terinspirasi, mendidik dan terdidik, adalah mata rantai yang tak boleh putus, sebagai kaum intelektual muda, saya merasa memiliki hutang dan tanggung jawab untuk meneruskan mata rantai menginspirasi dan terinspirasi, mendidik dan terdidik. I expect nothing, I just wanna give something, Inspiring village people, I wish I can make it. Maybe in fact they will inspired me as well.

Ada yang bilang, menjadi pengajar muda selama 1 tahun adalah sebuah pengorbanan. Menurut saya bukan sama sekali, kata "pengorbanan" sarat dengan arti, "we give everything that we have, we suffer", buat saya, jika mendapat kesempatan 1 tahun sebagai pengajar muda adalah "panggilan", kita bukan hanya mengajar di sana, tapi kita juga akan belajar banyak dari semua orang di pedalaman desa, akan menjadi sebuah pengalaman yang tak ternilai harganya untuk saya jika memang mendapat kesempatan itu.

Menjadi pengajar muda di Indonesia mengajar bukanlah tujuan akhir saya, ada sesuatu yang jauh lebih besar di balik itu. Saya punya visi mendirikan sekolah di sebuah desa yang tertinggal, dan mendaftar di IM adalah 1 langkah maju untuk visi saya. 1 langkah maju untuk mencari pengalaman, jaringan, mungkin juga dukungan dari orang-orang besar di balik Indonesia Mengajar.

"apakah salah mereka (anak-anak desa), jika tak punya/tak mewujudkan cita-cita?, sebagian adalah salah kita, yang sibuk memperkaya diri, namun tak pernah peduli" [3]


- Gagasan Pribadi

Sebelum saya menjilat bokong dunia, dengan "mengemis" di perusahaan migas multi nasional, saya ingin memberikan sesuatu terlebih dahulu. Saya ingin melunasi hutang saya kepada orang-orang terdahulu yang telah menginspirasi saya.

Satu hal terpenting adalah, yang saya inginkan jika ada siapapun yang terinspirasi oleh saya, baik secara lisan, tulisan, atau perbuatan, saya sangat tidak ingin mereka meniru saya, yang saya harapkan dan passion saya adalah mengedukasi, hingga pada akhirnya membuat orang-orang memiliki gagasannya sendiri. Tentang mimpi, tentang cita-cita, tentang apapun..  :)

 - Harapan

Pada akhirnya, yang bisa dilakukan hanyalah berdoa dan meluruskan niat. Semoga diberikan kesempatan, memberikan 1 tahun hidup saya sebagai pengajar muda.. Aminnn

Sebagai salah satu bentuk menunaikan janji kemerdekaan.. "mencerdaskan kehidupan bangsa" - IM -


Salam Hangat,
Ade Setio Nugroho


Catatan :

[1] Sebuah kalimat menggugah dari sebuah deskripsi foto dari www.indonesiamengajar.org
[2] Cuplikan kalimat dari artikel oleh Jarody Hestu yang di publis di kompasiana, Menginspirasi dan Terinspirasi, http://edukasi.kompasiana.com/2013/05/18/menginspirasi-dan-terinspirasi-561372.html
[3] Dari tulisan KKN desa dieng day-28, http://babiguling22.blogspot.com/2012/09/kkn-desa-dieng-day-28.html
[4] percakapan di telefon dengan kakak saya

Sunday, May 19, 2013

Untitled 2

last night.. 
without excuse..
you came to my dream..
you said nothing..
just sit beside me, bring me a cup of tea..
and then sing a song..

what does it mean?
actually, i don't really care..
the one i care is about you, not my dream..


Monday, April 22, 2013

“Apakah Benar Gajah Tidak Bisa Memanjat Pohon?”

“Apakah benar gajah tidak bisa memanjat pohon?”


Mungkin pertanyaan klise buat sebagian teman-teman.. 
tapi entah kenapa, saya ingin sekali membahas tentang ini, 
ya at least memaparkan apa yang ada di pemikiran saya tentang pertanyaan di atas..

Ada sebuah filosofi dari beberapa rekan, bahwa “ikan bisa hidup di darat”, “kucing juga mampu memanjat pohon”, dan jika di analogikan secara lebih mudah yaitu spongebob, Patrick, dan juga sandy yang bisa hidup bersamaan  dengan berbagai macam “rekayasa”.

Lalu ada seorang rekan yang berpendapat seperti ini

“ada hal-hal yang lebih mendasar daripada hanya sekedar merubah "tidak bisa" menjadi "bisa" ini, yaitu tentang "nature" atau "fitrah". Spongebob dan Patrik, fitrahnya memang hidup di laut, sementara Sandy fitrahnya hidup di darat. Secara kasar, saya mungkin akan bilang bahwa pendidikan kita saat ini, kebanyakan malah merusak yang "fitrah" ini. Pendidikan kita, lebih banyak memberikan ruang untuk mempelajari "pengetahuan tentang diluar sana" sehingga melupakan tentang "pengetahuan yang ada didalam diri ini".

Saya pribadi, totally disagree tentang “merusak fitrah” atau apalah itu. 
Jika saya beri batasan masalah pada bahasan kali ini adalah dimulai dari dunia perkuliahan. 
Bukan kehidupan dari SD-SMA. Jika batasan masalahnya adalah kehidupan dari SD-SMA, 
I do agree about “merusak fitrah” dsbnya itu, 
jika di ambil sebuah contoh dari kisah Einstein sewaktu SD, 
dimana gurunya berkata bahwa Einstein kecil adalah murid yang bodoh karena nilainya jelek2, kecuali matematika. 
Hal ini terjadi  sebab, tidak peduli siswa itu seekor ikan, monyet, gajah, ular, mereka dipaksa bisa memanjat pohon, berenang, hidup di darat, dll.

Namun dalam dunia perkuliahan, kalaupun terjadi, bukan sistem pendidikan yang merusak fitrah, namun individu-individu itu sendiri lah yang merusak fitrahnya. 
Sistem pendidikan sudah dibuat sedemikian rupa. 
Let’s make it simple, i.e, 
di lingkungan gajah, seluruh elemen yang belajar di situ harus bisa mengangkut barang berat, 
di lingkungan monyet, seluruh elemen yang belajar di situ harus bisa memanjat pohon. 
Semua sudah jelas, and everybody has a freedom, to make their choose, mau masuk lingkungan mana.  

Dosen saya juga pernah berkata, “tugas seorang dosen adalah membuat sistem yang bisa menghasilkan output yang sama, walaupun inputannya berbeda-beda, ya walaupun tidak persis homogen, at least ada standar kualifikasi untuk outputnya”

Nah, Ketika seekor gajah masuk ke lingkungan monyet, ada 2 pilihan yang gajah punya, 
pertama, pindah ke lingkungan dimana gajah seharusnya berada, 
kedua, tetap berada di lingkungan monyet, namun si gajah harus bisa memanjat pohon. 
Nah, jika gajah memilih pilihan kedua, apa sistem yang salah dan merusak fitrah? 
Atau gajah yang terlalu naïf, ketika gajah malah memanjat pohon dan lupa akan fitrahnya, 
atau jika masih tidak bisa memanjat pohon, lalu kembali mencari pembenaran dengan mengatasnamakan fitrahnya si gajah?

Saya pribadi? 
Saya tidak terlalu minat dengan bidang ilmu yang saya tekuni sekarang, 
saya sadar betul saya lebih minat di dunia musik dan sastra, 
saya lebih suka mendaki gunung, memanjat tebing, atau kegiatan-kegiatan yang mengharuskan saya berinteraksi sosal jika dibandingkan harus mengotak-atik segala sesuatu di lab. 
Namun passion tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak bertanggung jawab atas jalan yang telah di pilih. 
Saya pun sadar, saya gajah yang sedang dipaksa memanjat pohon, oleh karna pilihan saya sendiri.

Apa saya merusak fitrah diri saya sendiri? 
Absolutely not, 
saya adalah seekor gajah yang mempunyai visi mendirikan rumah yang sejuk dan asri di atas pohon yang tinggi, lalu apa yang saya lakukan? 
Saya memilih lingkungan monyet dan belajar memanjat, walaupun sangat sulit, sehingga visi saya bisa tercapai. 
Dan bila saya terjatuh dan sering gagal ketika belajar memanjat, there is no excuse to say, “hey world! I’m an elephant, not a monkey!”

So? What do you think?

Mohon Maaf jika tulisan ini menyinggung beberapa rekan, saya hanya mengutarakan apa yang ada di pikiran saya tentang filosofi yang mungkin berpotensi menyesatkan jika tidak diberikan batasan masalahnya menurut saya.





Best Regards,

Ade Setio Nugroho

Thursday, April 18, 2013

Untitled

"Jika diam adalah emas, maka mencintai dalam diam adalah perak dan kesempurnaan jiwa" -Hillary Reinhart-

yap.. setelah sekian lama.. akhirnya tulisan berbau roman dan picisan kembali muncul di lembar-lembar blog ini..
sebenarnya, setelah gagal untuk entah yang keberapa kalinya menjalin hubungan dengan makhluk bernama wanita beberapa waktu lalu.. 
aku sudah hidup seperti biasanya..
aku sudah lupa sakitnya dikhianati, lelahnya berpura-pura dalam kasih sayang yang sebenarnya tak pernah ada..
ini bukan tentang galau atau sebagainya.. atau sakit hati dan embel-embelnya..
setiap orang pernah putus cinta, setiap orang pernah terluka..
ini hanya mengulas sedikit tentang yang aku kira dulunya "cinta"..

ada yang bilang, cinta itu lahir dari tetesan air mata..
tapi buatku, doa adalah lambang cinta yang nyata..

kahlil gibran pernah berkata, "Cinta adalah buah dari kecocokan jiwa, bukan ketekunan pendekatan dan sebagainya"

aku, mungkin kita, seringkali salah persepsi tentang sesuatu yang aku kira "cinta"

jika cinta memang lahir dari air mata, berapa banyak cinta yang telah terbuang sia-sia?


Tuesday, February 19, 2013

Great People isn't Born, It Was Created

19 februari 2013
"Great People isn't Born, It Was Created"

Hari ini adalah wisuda periode pertama di 2013, dan baru 1 orang dari teman seangkatanku yang lulus. Abednego Eka Praba Anindita, Seseorang yang luar biasa hebatnya di bidang akademik menurutku. Lulus dalam kurun waktu 3 tahun 5 bulan, menyandang predikat cumlaude satu-satunya di Fakultas Teknik untuk lulusan angkatan 2009 dengan IPK 3,84. Lalu sudah ada panggilan dari Schlumberger. Wow, bahkan sangat wow menurutku.

Lalu, apakah aku iri? *eventhough in positive way*
Absolutely not.
although in the deep of my heart, i'm so proud have a friend like him.
Furthermore, i always believe, Tuhan selalu adil dalam membagi "jatah talenta" untuk setiap umat manusia, dan kelebihan abed? dia memaksimalkan talenta yang ada di pada dirinya, dan membuat itu menjadi istimewa.
dan jika ada yang tidak hebat di akademis, namun juga tidak hebat di bidang lain, dan mengeluh, Bitch Please, Great People isn't Born, It Was Created!
Aku yakin Abed memang diberi talenta yang lebih dalam bidang akademis dari mahasiswa2 lain, tapi bukan talenta itu yang membuatnya menjadi istimewa, tapi usahanya.

Melihat Euforia hari ini di kampus, tak terasa, sudah hampir 4 tahun aku menjadi mahasiswa teknik fisika gajahmada. Rasa-rasanya baru saja melewati masa-masa ospek di hari kemarin, dan sekarang sudah harus memeras otak dan mengikat semangat menyelesaikan skripsi. Karna sungguh, musuh terberat dalam mengerjakan skripsi bukan skripsi itu sendiri, tapi diri sendiri.

At the end, once again i say, Congrats for my friend..
Tetap bersahaja..
Semoga Bukan hanya hebat saat menjadi mahasiswa,
Tapi juga hebat dan bermanfaat saat sudah terjun langsung di masyarakat.


Salam Hangat,
Ade Setio Nugroho

Thursday, February 14, 2013

Here We Are!

5-6 Oktober 2012

tak ada sepi di malam tadi..
kabut tipis, rintik-rintik hujan, api unggun, alunan nada gitar dan biola,
memecah hening sunyi di lereng selatan Merapi..

Di lereng selatan merapi, langit tak begitu cerah malam ini, bintang-bintang bersembunyi dibalik kabut tipis.
kali ini bukan pendakian, hanya acara sederhana sebenarnya, camping ceria beserta pembukaan diksar Mapala Satu Bumi Teknik UGM. 
Ada seorang yang berbicara, mengapa dia ingin masuk dan menjadi bagian dari Mapala Satu Bumi, jawaban yang retoris dan klise sebenarnya, "saya ingin lebih dekat dan mencintai alam", ada pula yang menjawab, "saya ingin naik gunung". Pernyataan tersebut ditanggapi dengan sempurna oleh mbah jarod, 
"Mencintai alam itu bukan suatu pilihan, tapi kewajiban dari setiap manusia".
ya begitulah mbah jarod, dengan segala keunikan pemikirannya.. hehe


mendengar alasan "saya ingin naik gunung", aku seperti terbang ke masa lalu, ketika memutuskan untuk ikut Sispala. Yap, motivasiku dulu hanya 1, ingin naik gunung, dan in fact, there is no mountain in borneo except Bukit Raya. Naik gunung seperti hanya mimpi belaka untuk anak-anak sispala di kalimantan. but, by the time has gone, aku mulai lupa motivasi dan obsesiku terhadap gunung, ada sesuatu yang jauh lebih menarik daripada itu (naik gunung) di organisasi pecinta alam.
what else?  solidaritas, persaudaraan, sosiologi pedesaan, dll, aku belajar banyak hal di organisasi pecinta alam. dan yang paling penting adalah belajar membunuh ego yang (relatif) tumbuh subur di dalam setiap jiwa manusia.. aku juga berani bertaruh, belum ada yang mampu menandingi solidaritas dari anak-anak pecinta alam.



Malam semakin larut, nyayian dan nada gitar semakin ke arah yang tidak jelas, biola mulai di gesek oleh mbah jarod, api unggun yang semakin redup, bersama sedikit rintik-rintik air dari langit.
Malam yang biasa saja sebenarnya, tapi bersama orang-orang yang luar biasa, orang-orang yang berdedikasi tinggi terhadap masyarakat, orang-orang dengan pemikiran-pemikiran yang sulit di tebak, yah, here we are! Manusia-manusia gondrong, celana sobek, (sebagian besar) kucel, yang tak pernah berharap di sambut masyarakat, namun selalu siap sedia untuk masyarakat. :)



Salam Lestari,
Ade Setio Nugroho