Bahagia itu sederhana.. terhambur begitu saja di Gunung, Pantai, dan Senja..

Sunday, April 29, 2012

Sepenggal Cerita di Tanah Nusa Tenggara (part 3)

25-februari-2012

"Dengan bangga mereka menyebutnya, Gili Trawangan"

Satu bulan sudah aku di nusa tenggara, jenuh? Bohong besar jika aku bilang tidak.
Jumat malam, 24-februari-2012, aku naik bis dari sumbawa menuju lombok, menyebrangi lautan dengan kapal ferry.. Butuh waktu 6 jam untuk sampai ke mataram..

Aku berlomba-lomba dengan sang surya, siapa yang lebih dahulu menyapa kota. Tentu saja aku pemenangnya, aku bahkan terjaga dari sebelum fajar tiba.

Pagi-pagi sekali aku sudah bersiap, menuju pelabuhan bangsal, lombok utara. Ada 2 jalur menuju pelabuhan bangsal dari mataram, lewat gunung sari atau pantai senggigi. Jika lewat gunung sari, kau akan melewati rerimbunan hutan yang asri, dan melihat banyak monyet-monyet liar di pinggir jalan. Jika lewat pantai senggigi, sepanjang jalur kau akan menyusuri garis pantai, barat pulau lombok, bukan main indahnya. Aku memilih lewat jalur pantai senggigi untuk jalur pergi, dan lewat gunung sari untuk jalur pulang.

Jam 10 lewat, aku sampai di pelabuhan bangsal. Ada 3 pilihan perjalanan dari sini, gili air, gili meno, atau gili trawangan. Untuk yang masih asing dengan "gili", mungkin bisa di liat di google earth, 3 pulau kecil di sebelah utara, atau mungkin lebih tepatnya timur laut pulau lombok, nah itulah 3 gili itu.

Baru saja tiba di pelabuhan, orang-orang kapal sudah mendatangiku, "gili trawangan mas? Ayo 10 ribu", aku langsung naik ke kapal kecil, yang di penuhi dengan sayur-sayuran, lauk-pauk, ikan, milik penduduk lokal beserta 2 orang turis dari skotlandia (pengakuan mereka). Ombak tidak begitu besar, malahan lebih menegangkan sewaktu aku ke pulau temajok (pulau kecil di sebelah barat kalimantan barat)


40 menit kemudian...

"Welcome To Gili Trawangan"

Lagi, lagi dan lagi.. Aku tertipu oleh alam nusa tenggara. Bulan lalu aku ke pantai senggigi, aku pikir, senggigi adalah pantai terindah, lalu aku pergi ke sumbawa, menjamah pantai-pantai di pinggiran sumbawa barat, pantai maluk, pantai tropi, dan aku langsung berpikir, tropi is the most beautiful beach I ever seen.. Dan sekarang, I'm totally wrong.. I'm speechless, nothing I can say.. Aku kira ini bukanlah lautan, lebih tepat jika aku bilang kolam renang yang sangat luas. Biru muda, biru tua, karang, kapal-kapal kecil. Ingin sebenarnya aku teriak, HEIII.. LIHATLAH, INILAH INDONESIA!!! WHAT A VERY BEAUTIFULL COUNTRY I HAVE!!!


Kakiku sudah tak sabar ingin masuk ke "kolam renang raksasa" ini. Ikan-ikan kecil sudah memanggil-manggil dari dalam air..


-bersambung-

Monday, April 16, 2012

Sepenggal Cerita di Tanah Nusa Tenggara (part 2)

24-januari-2012


Lagi, Pagi ini aku menyapa kota lebih dahulu dari sang surya. Angin kencang di kota mataram mengiringi datangnya matahari pagi. Aku sudah siap melanjutkan perjalanan, carrier sudah terpasang di pundak, kaki sudah siap melangkah. Hari ini aku akan ke pulau sumbawa, menyebrangi lautan nusa tenggara dari pelabuhan kayangan, lombok timur.

Aku berangkat dari kota mataram jam 7 pagi, dibutuhkan waktu 2 jam untuk sampai ke pelabuhan kayangan. Harusnya aku naik boat milik perusahaan, namun boat sedang tidak beroperasi karna rusak, dan aku pun harus merogoh saku lagi Rp. 18000, menumpang kapal ferry.

Kapal ferry ini tidak jauh berbeda dengan kapal ferry di pontianak yang dipakai untuk menyebrangi sungai kapuas dari jalan tanjungpura menuju siantan, yang membedakan adalah medannya dan lama perjalanan. Jika ferry di pontianak hanya berlayar sekitar 10-15 menit, ferry di sumbawa berlayar sekitar 2 jam untuk sampai tempat tujuan. Jika ferry di pontianak menyebrangi sungai, ferry di sumbawa menyebrangi lautan.

Jam 9.10 WITA, aku sampai di pelabuhan kayangan, kapal ferry sudah hampir berangkat, setelah membeli karcis, aku pun berlari-lari menuju kapal.



Ini benar-benar tempat baru, orang-orang baru, tak satupun ada orang yang kukenal di sini. Tak pernah terfikir sama sekali aku akan berkelana sendiri di tempat ini, tempat yang jauh dari rumahku, tempat yang jauh dari kampus ku, tempat yang jauh dari tanah kelahiranku.

Namun inilah yang aku suka, melangkah menulusuri tempat-tempat baru, membuka mata kepada hal-hal baru. Sebab terlalu sayang rasanya, jika hidup yang relatif singkat ini di habiskan untuk hal-hal yang penuh dengan kemonotonan.

"TEEEETTT"
Suara dari kapal ferry, tanda bahwa kapal siap berangkat. Perlahan kapal meninggalkan dermaga, daratan lombok semakin lama semakin mengecil di pelupuk mata. Aku mulai tenggelam dalam sebuah lamunan, Rasa-rasanya aku masih tidak percaya, aku sedang berada di lautan nusa tenggara sekarang. Aku lahir di Kalimantan, saat SMP aku belajar geografi, aku hanya bisa melihat di peta, tanah nusa tenggara, seperti mimpi saja dulu pikirku akan menginjakkan kaki di tempat ini.


Lamunanku terpecah, saat melihat penyu besar mengapung di dekat kapal, besar sekali, aku yakin panjangnya lebih dari 1 meter. Ini kedua kalinya aku melihat penyu yang sebesar ini, yang pertama di pulau temajok (pulau kecil di dekat kalimantan barat) tapi sudah mati terdampar. Yang ini lebih besar dan masih hidup, sayang sekali belum sempat kuambil gambarnya, kapal sudah berlalu.

Aku mulai memperhatikan sekeliling, sungguh menakjubkan pemandangan sepanjang perjalanan menuju pulau sumbawa ini, banyak pulau-pulau kecil yang sepertinya tanpa penghuni, menghiasi lautan di antara pulau lombok dan pulau sumbawa. Ingin sekali rasanya aku melompat di laut biru ini, berenang menuju pulau-pulau kecil itu.

Jam 11.15 WITA, kapal ferry merapat, aku sampai di pelabuhan kanu, sumbawa. Betapa aku terkejut melihat garis pantai pulau sumbawa yang sangat.. Sangat.. Ah.. Susah sekali menggambarkannya, yang pastinya jauh lebih indah dari pantai senggigi. Pantai berwarna biru jernih, bahkan hingga kedalaman beberapa meter, air masih berwarna biru jernih, terlihat jelas ikan-ikan kecil dalam gerombolan berenang.


Memang benar, sumbawa adalah surga, bagi manusia yang cinta panorama dari sebuah pantai. Aku masih membayangkan, jika garis pantai di pelabuhan saja sudah sebagus ini, bagaimana indahnya pantai-pantai lain di pulau ini..

Ah! Lombok.. Sumbawa.. Sepertinya aku mulai jatuh cinta dengan tanah Nusa Tenggara..


Angin kencang dan debu-debu pasir yang berterbangan menyambut kedatanganku.
"Selamat Datang di Tanah Samawa"
Salam kenal, pulau sumbawa..
Kemana lagikah carrier ini akan kubawa?


-bersambung-

Sunday, April 15, 2012

Sepenggal Cerita di Tanah Nusa Tenggara


Petualangan di Nusa Tenggara, 23 januari - 24 meret 2012..
Selamat tinggal tanah jawa, aku akan berkelana 2 bulan, meninggalkan keramahan yogya, meninggalkan hiruk-pikuk jakarta, dan meninggalkan rutinitas lama. I called it, new place, new people, new rutinity, and absolutely, new life!

Pagi ini, tidak seperti biasa, aku menang dari sang surya, aku terjaga bahkan sebelum fajar menjelang. Aku memang harus berjuang pagi ini, melawan rutinitas lama, bangun siang! Pesawatku take off jam 7 pagi, dan aku harus naik bis jam 4 pagi menuju bandara Soekarno-Hatta.

Jakarta jam 4 pagi, aku mulai berkhayal, andaikan jakarta juga seperti ini di siang dan malam, tanpa rentetan panjang mobil-mobil, tanpa polusi yang membuat bernafas pun sedikit risih.. Ah.. Sudahlah, itu hanyalah khayalan, benar-benar khayalan.

Jam 7.30 WIB, pesawat dari maskapai yang sering aku caci take off, harusnya jam 10.00 WITA aku sudah sampai di lombok, nusa tenggara barat. Jam 9.50 WITA pesawat melewati pulau dewata, pulau yang kurasa lebih sering berjumpa turis asing mungkin daripada orang pribumi. Pulau lombok pun sudah terlihat, daratan terasa sudah dekat sekali, garis pantai senggigi yang membentang panjang pun sudah melambai-lambai menyambut..


Pesawat semakin menurun, lalu tiba-tiba masuk ke gumpalan awan hitam yang besar, turbulen hebat menyebabkan goncangan yang keras, hampir 5menit pesawat tergoncang terus, ibu-ibu di dekatku pun mulai berdoa sepertinya meminta ampunan kepada Tuhannya. Huft, this is the worst flight I ever had.

Cuaca tidak memungkinkan untuk landing, sebab jarang pandang kurang dari 5 meter, setelah berputar-putar di atas pulau lombok, pilot memutuskan untuk putar balik dan mendarat darurat di bali. Jam 11.30 WITA pesawat berangkat lagi. Jam 12.00 WITA, pesawat landing, aku melihat tulisan besar "Bandara Internasional Lombok". What a long journey, dalam 6 jam aku menjejakkan kaki di 3 pulau berbeda. Setahun sudah aku ingin menjejakkan kaki di sini, akhirnya tercapai.


Dengan sebuah carrier besar di punggung dan sebuah daypack, aku melangkahkan kaki keluar dari bandara lombok. Orang yang berjalan sendirian dan membawa carrier besar adalah sasaran empuk calo-calo di sini, dan benar saja, calo-calo langsung dengan sigap menyerumutiku, cara paling ampuh menolak adalah dengan berkata, "aku dijemput bang".

Sebisa mungkin aku menghindari calo-calo itu dengan langsung naik bisa damri, tujuan pertama, pantai senggigi.


Bermodal 25 ribu, aku sampai di pantai senggigi, aku berjalan mengelilingi pantai senggigi, carrier ku tak terasa berat nya berkat panorama pantai ini. Garis pantai berwarna biru, pasir-pasir halus, pondok-pondok sederhana sampai yang paling mewah juga ada.. Turis-turis asing yang sedang snorkling, ada pula yang bermain kayak-kayak.. Asik sekali sepertinya bermain kayak-kayak di laut ini..
Sungguh manis pantai senggigi ini..
kuucapkan lagi kalimat kesukaanku,

"bahagia itu sederhana, terhambur begitu saja di gunung, pantai, dan senja.."


Apalagi kah yang harus kutulis untuk menggambarkan tempat yang indah ini? :)



Lalu, kemanakah kaki ini membawaku esok hari?
Hmm.. Sumbawa, ya pulau sumbawa..


-bersambung-