Bahagia itu sederhana.. terhambur begitu saja di Gunung, Pantai, dan Senja..

Tuesday, July 5, 2011

Gunung Merbabu (solois) via cuntel

Sabtu pagi, 2 juli 2011, belum genap 2 hari libur semester genap tahun ini, tapi kakiku sudah gatal ingin melangkah ke tempat-tempat baru, badanku mulai rindu udara dingin yang menusuk-nusuk, dan jiwaku mulai candu akan ketenangan di puncak ketinggian gunung. Pagi itu, kuputuskan untuk berangkat naik gunung merbabu, jawa tengah, 3142 Mdpl. Awalnya aku mengajak seorang teman, tapi karna dia tidak bisa bergabung, aku berangkat sendiri (solois).

Aku langsung packing barang, menyewa tenda (gak dapet pinjaman -.-"), dan membeli logistic yang diperlukan, karena kali ini aku solois maka logistic harus lengkap, mulai dari tenda, alat masak, dan barang-barang lainnya. Aku membawa 4 liter air, tenda dome ukuran 2 orang, roti sobek, mie dan logistic lain yang diperlukan. Jam 13.00 aku selesai packing, sesaat sebelum berangkat, aku mendapat sms dari seorang teman, katanya mau ngasi sesuatu, jam 14.00 temanku sampai di kontrakanku, ternyata dia ngasi coklat, pas banget aku belum beli coklat.. hehe..


Jam 14.00 aku berangkat dari yogya naik motor, menuju kopeng, lewat magelang. Beberapa kilometer sebelum kopeng, gunung merbabu mulai terlihat jelas, kelihatan pula gunung sumbing di sebelah kiri jalan. 2 jam perjalanan dari yogya, aku sampai di base camp cuntel (pos pendaftaran pendakian). Setelah registrasi dan bertanya di base camp tentang letak tempat-tempat mata air di perjalanan nanti, aku langsung mulai mendaki.


Jam 16.15 aku memulai pendakian, baru aja start dari base camp tapi jalur langsung tanjakan terjal gak putus-putus, baru mulai aja udah ngos-ngosan.. hehe.. 30menit perjalanan, aku sampai di pos bayangan 1, belum ada yang special di sini, jadi aku melanjutkan perjalanan lagi, setelah 1 jam perjalanan aku samapi di pos 1, watu putut, 2145 Mdpl, aku istirahat sebentar. Hari semakin sore, senja menjelang, aku percepat langkahku menuju pos 2, karna dari info yang aku dapat, perjalanan dari pos 1 ke pos 2 tidak terlalu padat pohon, bagus untuk menikmati senja dan sunset. Di tengah perjalanan menuju pos 2, aku berhenti sejenak, sambil melihat segerombolan awan di bawah kakiku dan cahaya kemerah-merahan di pelupuk mata hasil dari pancaran sinar matahari yang hampir tenggelam.

Sunrise di Pos 2

Matahari terbenam, bulan sabit mulai tampak, di temani bintang-bintang yang mulai bermunculan pula, aku melanjukan perjalanan lagi, jam 18.30 aku sampai di pos 2, kedokan, 2300 Mdpl, di sini pemandangannya juga indah, terlihat kelap-kelip lampu kota magelang jauh di bawah kakiku, aku istirahat sebentar di pos 2, mengeluarkan alat masak, ngopi sejenak, sambil menikmati cahaya lampu kota magelang.

Setelah selesai ngopi, aku melanjutkan perjalanan lagi menuju pos 3 (2458 Mdpl), butuh sekitar 1 jam untuk sampai ke pos 3, dari sini, tanjakan nya mulai afgan lagi, jam 19.45 aku sampai di pos 3, di pos ini dingin mulai membelai pelan-pelan, aku mengeluarkan jaket 1 lagi agar lebih hangat, pos 3 adalah camp ground, karna datar seperti di lembah, di sini aku bertemu dengan rombongan dari Jakarta, ITB dan anak sma dari kopeng, rombongan dari kopeng membuat api unggun, aku ikut gabung duduk di dekat api unggun mereka.. hehe.. Aku istirahat 1 jam di sini, jam 22.00 aku melanjutkan perjalanan menuju pos 4, pemancar (2883 Mdpl) pos 4 adalah pertemuan dari jalur thekelan dan jalur cuntel, jadi pendaki yang lewat jalur cuntel dan thekelan, bisa bertemu di mulai dari pos 4.

Bikin kopi
Jam 23.00 sampai di pos 4, aku langsung mendirikan tenda, berencana bermalam di sini dan melanjutkan perjalanan besok pagi jam 4 subuh, supaya bisa menikmati sunrise di puncak merbabu. Setelah mendirikan tenda, aku masak untuk makan malam dan bikin kopi, perut udah mulai minta di supply sama sesuatu. Selesai makan dan menimati secangir kopi untuk sedikit mengalihkan hawa dingin yang mulai menusuk-nusuk, aku langsung tidur, menyiapkan tenaga buat summit attack.

Jam 03.30 aku bangun, membuat kopi, sambil mendengarkan music, menikmati dingin, gelap dan sunyinya gunung merbabu, setelah selesai ngopi, aku langsung melipat tenda dan kemas barang-barang, jam 04.30 aku melanjutkan pendakian, SUMMIT ATTACK!

Dari pos 4, menurut perhitungan, jika mendaki tanpa istirahat, butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk sampai ke puncak tertingginya, kenteng songo, 3142 Mdpl, dengan semangat membara dan carrier yang semakin lama semakin terasa berat, aku melanjutkan pendakian, dari pos 4 jalur pendakian terasa seperti menurun, jauh, terus menurun, dan benar ternyata itu bukan perasaanku, tapi memang benar-benar menurun, sedikit sedih rasanya, setelah mendaki tinggi-tinggi, lalu mesti turun lagi, dan yang PASTInya harus NAIK lagi, karena tujuanku adalah puncak, kaki dan badanku sudah mulai terasa pegelnya, tapi tidak masalah buatku, selama aku masih sadar dan belum pingsan, berarti tenaga ku masih ada dan aku akan terus melangkah sampai tujuanku tercapai, PUNCAK KENTENG SONGO 3142 Mdpl.

Setelah setengah jam perjalanan, aku mulai mencium bau belerang, yang berasal dari kawah sisa letusan gunung merbabu di zaman dulu, kawahnya tidak terlihat, karna pekatnya gelap malam di sini, mulai dari tempat ini, medan tempur jalur pendakian adalah batu-batu, tidak sedikit batu besar setinggi lebih dari 1 meter menghalang jalan, dan harus memanjatnya. Setelah selesai berjuang melewati batu-batu besar itu, aku sampai di jembatan setan, di sebut jembatan setan karna jalannya cuma setapak dan di kanan-kirinya adalah jurang, aku berjalan perlahan.

Jembatan Setan
Setelah melewati jembatan setan, aku melihat langit di sebelah timur mulai tampak kemerah-merahan, aku semakin mempercepat langkahku, sebab aku ingin melihat sang surya yang mulai mengintip-ngintip di balik awan di sebelah timur itu di puncak gunung merbabu. Mendaki beberapa menit, aku sampai di persimpangan, dari persimpangan ini, pendaki bisa memilih, ke kiri ke puncak mbah syarip (3119 Mdpl) atau ke kanan ke puncak kenteng songo (3142 Mdpl) aku memilih puncak kenteng songo, puncak tertinggi gunung merbabu, dari puncak kenteng songo, 7 puncak tertinggi gunung merbabu bisa terlihat.


Jam 05.30, keadaan di sekelilingku mulai terang, tapi matahari belum muncul di atas awan, puncak kenteng songo semakin jelas terlihat, jalur pendakian pun semakin menantang, beberapa kali aku harus menuruni batu-batu terjal yang di sampingnya adalah jurang. Jam 05.50, tinggal sedikit lagi mencapai puncak, matahari sudah naik di atas awan, indah sekali, the best sunrise I ever seen.

Sunrise
Aku melanjutkan perjalanan lagi, tinggal sedikit lagi sampai di puncak kenteng songo, aku berhadapan dengan tebing, dan harus merayap di samping sisi-sisi tebingnya, aku merayap perlahan karna sambil membawa carrier, setelah melewati tebing itu, tinggal langkah terakhir menuju kenteng songo, tepat jam 06.00 pagi aku sampai di puncak kenteng songo (3142 Mdpl), sungguh perjalanan dan perjuangan yang panjang untuk sampai di tempat ini.


Pemandangan di puncak tertinggi gunung merbabu ini sungguh menawan, dari sini, bisa terlihat dengan jelas 7 puncak tertinggi gunung merbabu, puncak gunung merapi yang masih berasap, gunung sindoro, gunung sumbing, indah sekali teman. Tanpa sadar aku lupa akan rasa lelah di kaki dan pundakku, menikmati pesona pemandangan indah dari puncak tertinggi gunung merbabu.


Pendakian Gunung Merbabu (solois) via cuntel, end with Puncak Kenteng Songo 3142 Mdpl.

Puncak Kenteng Songo


aku pergi sendiri..
bukan untuk menunjukkan kekuatan seorang diri,
aku hanya mencari ketenangan lewat sunyi,
mencari kedamaian lewat indahnya alam di ketinggian..



Pendakian Gunung Merbabu (solois) via Cuntel
2-3 Juli 2011
Salam Lestari,
Ade Setio Nugroho


P.S: Ketemu sama anak SMP di sana, kasi roti, minta tolong foto-fotoin. heuheu

10 comments:

  1. cie temannya ngasi coklat :p
    asik kapan2 ke merbabu udah punya guide pribadi (Y)

    ReplyDelete
  2. aq orang cuntel mas........dr pd sndri ajak2 dunk

    ReplyDelete
  3. kerenn, solis gitu gan slaut. trus yg motretin siapa gan? seru banget pokonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Pos 3, ketemu anak SMP warga lokal cuntel gan, pas pagi2 mau summit kebetulan start sama2 camp di pos Menara, ane kasi Roti minta tolong foto-foto in 😃

      Delete
  4. pendakian solo, mantab gan.. nah yg ngambil fotonya siapa gan..? keren..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Pos 3, ketemu anak SMP warga lokal cuntel gan, pas pagi2 mau summit kebetulan start sama2 camp di pos Menara, ane kasi Roti minta tolong foto-foto in 😃

      Delete