Bahagia itu sederhana.. terhambur begitu saja di Gunung, Pantai, dan Senja..

Tuesday, July 19, 2011

Sedikit gambaran tentang aku dan hidupku

hai.. namaku Ade, lengkapnya Ade Setio Nugroho, konon kenapa namaku seperti itu,
ADE : aku anak terakhir, bungsu

SETIO : karna kesetiaan selama puluhan tahun (antara ibu-bapakku) maka aku bisa hadir di dunia ini

NUGROHO : aku adalah anugrah (kata ibu, semoga bilangnya dari hati.. huehehe :D)

aku terlahir di keluarga yang sederhana, sangat sederhana, kesederhanaan yang memaparkan kepadaku tentang sulitnya hidup, namun tidak sederhana kebahagiaan yang terhambur di keluarga kecilku.

Aku tumbuh dan berkembang di banyak lingkungan dan banyak pergaulan,
sedikit gambaran tentang aku dan hidupku..

Pecinta Alam


lingkungan pecinta alam adalah lingkungan yang membentuk diriku, aku menjadi seperti sekarang ini, untuk hal baik dan hal buruknya, sebagian besar adalah peran dari lingkungan ini, alam mengajarkanku banyak hal, dan tak pernah bosan untuk mengajariku.


Gunung

Gunung adalah tempatku meringankan hati, menyendiri, lalu melebur, dalam dingin dan sepi..


Pantai


Pantai selalu memberikan kedamaian, lewat percikkan dan deburan ombaknya. Duduk menentang ombak di keheningan senja, adalah ketenangan yang tak bisa di jelaskan dengan tulisan..


Musik


Gitar adalah temanku yang paling setia saat berada di kamar, musik adalah media tempat aku mengekpresikan diri, aku senang membuat orang terhibur dengan aku bermain musik..


Billiard


Billiard, hobiku dari semenjak SMA hingga sekarang..



Futsal


Dari olahraga aku belajar untuk berbesar hati, menerima kekalahan dan kemenangan, mengajar kan aku bekerja-sama dalam sebuah tim..


CINTA (?)



It's hard to explain about this.. :D



That's all a little about me, and my life.. :)

Saturday, July 16, 2011

Kritik Buat Seorang Pemimpin

Hmmm… tulisan saya kali ini untuk anak-anak 17 tahun ke atas, buat yang di bawah 17 tahun tidak di anjurkan untuk membaca, tapi kalo tetep kepengen baca.. ya monggo.. :D

Saya akan membahas tentang seorang pemimpin, bukan bermaksud untuk menggurui, karna saya pun belum pernah menjadi pemimpin dalam suatu organisasi, tapi saya pelan-pelan mencoba mengamati para pemimpin yang pernah dekat dengan kehidupan saya.

Ada yang pernah bertanya kepada pak pemimpin :
“apa modal anda berani mencalonkan diri sebagai pemimpin?”
“Saya punya teman-teman yang selalu siap mengoreksi saya ketika saya salah”, sungguh sebuah jawaban yang bagus, saya senang dengan jawabannya..
Namun, pada kenyataannya, Bagaimana bisa dikoreksi, jika diri sendiri saja selalu merasa benar,
Jika berbeda pendapat saja langsung di analogikan sebagai hewan,
Jika memberi kritik saja langsung disebut sebagai pemfitnah, pencundang dan pahlawan kesiangan?

Saya sepakat, jika seorang pemimpin hebat adalah orang-orang yang kontroversial, dan banyak penentangnya. Saya mengambil contoh yang sangat dekat dengan kita,

“Revolusi di Indonesia tidak akan pernah terjadi jika tidak ada orang-orang seperti Soekarno dan Soeharto”



mereka sangat kontroversial dan jelas sekali banyak penentangnya, namun controversial dalam hal yang sangat jelas, nyata, yang konkrit, bukan controversial untuk hal-hal bodoh, seperti.. memberikan julukan “hewan” untuk orang yang berbeda pendapat dengan dirinya, merasa lebih manusia dari manusia yang lain.

Tapi.. Bagaimana mungkin bisa menjadi seorang pemimpin hebat, jika kemampuan berbicara saja tidak pernah mencerminkan seorang pemimpin?
Bagaimana mungkin bisa menjadi seorang pemimpin hebat, jika sudah tidak cakap berbicara, namun juga tidak cakap mendengar?

Mengutip perkataan dari seorang teman, “Pemimpin dipatuhi karena dihargai bukan ditakuti. BerSIFAT pemimpin maka dihargai, jangan karena JABATAN pemimpin maka ditakuti.”

Menyedihkan sekali jika seorang pemimpin kita berkata, “jangan asal nge-judge donk”, tapi pada dasarnya dirinya sendiri yang selalu men-judge orang lain,
Saat menjadi seorang pemimpin, anda bukan hanya membawa nama anda sendiri, tapi anda cerminan dari kelompok yang anda pimpin,
Coba bandingkan, jika seorang Megawati berkata, “Amerika Serikat adalah Negara yang isinya hewan-hewan tidak berakal”, dengan SBY yang berkata seperti itu, sungguh lah sangat berbeda efeknya.

Ayolah, coba kita buka mata dan wawasan lebih luas, dunia ini bukan hanya tentang benar dan salah, tapi juga ada baik dan buruk.

Bagaimana mungkin seorang pemimpin bisa dihargai, jika dirinya sendiri belum bisa menghargai orang lain.

Thursday, July 14, 2011

Puisi (cinta) untuk "cinta"

Aku berbisik..
Pada dingin yang menyelimuti malam,
Pada malam yang menyelimuti sepi,

Lewat hening malam yang membeku,
kuhanyutkan perahu-perahu rindu,
menuju puing-puing kenangan,
Menuju puing-puing harapan yg masih berpendar..

Mungkinkah tersisa cinta di sana?
Di atas perahu rindu,
Yang masih terombang-ambing mencari tempat berlabuh..

Ataukah cinta memang tak pernah lahir dari segumpal darah dari tubuh itu?
Namun hanya sebuah ungkapan untuk kesenangan semu..

Sobek saja perahu rindu itu,
Biarkan tenggelam..
Biarkan hilang,
Biarkan mati di telaga sunyi..

Kata "cinta" hanyalah sebuah ilusi,
Untuk sebuah hati yang terlalu sepi..
Untuk sebuah hati yang lelah mencari..



Juli 2011,
Di Rumah Sakit Fatmawati

Tuesday, July 5, 2011

Gunung Merbabu (solois) via cuntel

Sabtu pagi, 2 juli 2011, belum genap 2 hari libur semester genap tahun ini, tapi kakiku sudah gatal ingin melangkah ke tempat-tempat baru, badanku mulai rindu udara dingin yang menusuk-nusuk, dan jiwaku mulai candu akan ketenangan di puncak ketinggian gunung. Pagi itu, kuputuskan untuk berangkat naik gunung merbabu, jawa tengah, 3142 Mdpl. Awalnya aku mengajak seorang teman, tapi karna dia tidak bisa bergabung, aku berangkat sendiri (solois).

Aku langsung packing barang, menyewa tenda (gak dapet pinjaman -.-"), dan membeli logistic yang diperlukan, karena kali ini aku solois maka logistic harus lengkap, mulai dari tenda, alat masak, dan barang-barang lainnya. Aku membawa 4 liter air, tenda dome ukuran 2 orang, roti sobek, mie dan logistic lain yang diperlukan. Jam 13.00 aku selesai packing, sesaat sebelum berangkat, aku mendapat sms dari seorang teman, katanya mau ngasi sesuatu, jam 14.00 temanku sampai di kontrakanku, ternyata dia ngasi coklat, pas banget aku belum beli coklat.. hehe..


Jam 14.00 aku berangkat dari yogya naik motor, menuju kopeng, lewat magelang. Beberapa kilometer sebelum kopeng, gunung merbabu mulai terlihat jelas, kelihatan pula gunung sumbing di sebelah kiri jalan. 2 jam perjalanan dari yogya, aku sampai di base camp cuntel (pos pendaftaran pendakian). Setelah registrasi dan bertanya di base camp tentang letak tempat-tempat mata air di perjalanan nanti, aku langsung mulai mendaki.


Jam 16.15 aku memulai pendakian, baru aja start dari base camp tapi jalur langsung tanjakan terjal gak putus-putus, baru mulai aja udah ngos-ngosan.. hehe.. 30menit perjalanan, aku sampai di pos bayangan 1, belum ada yang special di sini, jadi aku melanjutkan perjalanan lagi, setelah 1 jam perjalanan aku samapi di pos 1, watu putut, 2145 Mdpl, aku istirahat sebentar. Hari semakin sore, senja menjelang, aku percepat langkahku menuju pos 2, karna dari info yang aku dapat, perjalanan dari pos 1 ke pos 2 tidak terlalu padat pohon, bagus untuk menikmati senja dan sunset. Di tengah perjalanan menuju pos 2, aku berhenti sejenak, sambil melihat segerombolan awan di bawah kakiku dan cahaya kemerah-merahan di pelupuk mata hasil dari pancaran sinar matahari yang hampir tenggelam.

Sunrise di Pos 2

Matahari terbenam, bulan sabit mulai tampak, di temani bintang-bintang yang mulai bermunculan pula, aku melanjukan perjalanan lagi, jam 18.30 aku sampai di pos 2, kedokan, 2300 Mdpl, di sini pemandangannya juga indah, terlihat kelap-kelip lampu kota magelang jauh di bawah kakiku, aku istirahat sebentar di pos 2, mengeluarkan alat masak, ngopi sejenak, sambil menikmati cahaya lampu kota magelang.

Setelah selesai ngopi, aku melanjutkan perjalanan lagi menuju pos 3 (2458 Mdpl), butuh sekitar 1 jam untuk sampai ke pos 3, dari sini, tanjakan nya mulai afgan lagi, jam 19.45 aku sampai di pos 3, di pos ini dingin mulai membelai pelan-pelan, aku mengeluarkan jaket 1 lagi agar lebih hangat, pos 3 adalah camp ground, karna datar seperti di lembah, di sini aku bertemu dengan rombongan dari Jakarta, ITB dan anak sma dari kopeng, rombongan dari kopeng membuat api unggun, aku ikut gabung duduk di dekat api unggun mereka.. hehe.. Aku istirahat 1 jam di sini, jam 22.00 aku melanjutkan perjalanan menuju pos 4, pemancar (2883 Mdpl) pos 4 adalah pertemuan dari jalur thekelan dan jalur cuntel, jadi pendaki yang lewat jalur cuntel dan thekelan, bisa bertemu di mulai dari pos 4.

Bikin kopi
Jam 23.00 sampai di pos 4, aku langsung mendirikan tenda, berencana bermalam di sini dan melanjutkan perjalanan besok pagi jam 4 subuh, supaya bisa menikmati sunrise di puncak merbabu. Setelah mendirikan tenda, aku masak untuk makan malam dan bikin kopi, perut udah mulai minta di supply sama sesuatu. Selesai makan dan menimati secangir kopi untuk sedikit mengalihkan hawa dingin yang mulai menusuk-nusuk, aku langsung tidur, menyiapkan tenaga buat summit attack.

Jam 03.30 aku bangun, membuat kopi, sambil mendengarkan music, menikmati dingin, gelap dan sunyinya gunung merbabu, setelah selesai ngopi, aku langsung melipat tenda dan kemas barang-barang, jam 04.30 aku melanjutkan pendakian, SUMMIT ATTACK!

Dari pos 4, menurut perhitungan, jika mendaki tanpa istirahat, butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk sampai ke puncak tertingginya, kenteng songo, 3142 Mdpl, dengan semangat membara dan carrier yang semakin lama semakin terasa berat, aku melanjutkan pendakian, dari pos 4 jalur pendakian terasa seperti menurun, jauh, terus menurun, dan benar ternyata itu bukan perasaanku, tapi memang benar-benar menurun, sedikit sedih rasanya, setelah mendaki tinggi-tinggi, lalu mesti turun lagi, dan yang PASTInya harus NAIK lagi, karena tujuanku adalah puncak, kaki dan badanku sudah mulai terasa pegelnya, tapi tidak masalah buatku, selama aku masih sadar dan belum pingsan, berarti tenaga ku masih ada dan aku akan terus melangkah sampai tujuanku tercapai, PUNCAK KENTENG SONGO 3142 Mdpl.

Setelah setengah jam perjalanan, aku mulai mencium bau belerang, yang berasal dari kawah sisa letusan gunung merbabu di zaman dulu, kawahnya tidak terlihat, karna pekatnya gelap malam di sini, mulai dari tempat ini, medan tempur jalur pendakian adalah batu-batu, tidak sedikit batu besar setinggi lebih dari 1 meter menghalang jalan, dan harus memanjatnya. Setelah selesai berjuang melewati batu-batu besar itu, aku sampai di jembatan setan, di sebut jembatan setan karna jalannya cuma setapak dan di kanan-kirinya adalah jurang, aku berjalan perlahan.

Jembatan Setan
Setelah melewati jembatan setan, aku melihat langit di sebelah timur mulai tampak kemerah-merahan, aku semakin mempercepat langkahku, sebab aku ingin melihat sang surya yang mulai mengintip-ngintip di balik awan di sebelah timur itu di puncak gunung merbabu. Mendaki beberapa menit, aku sampai di persimpangan, dari persimpangan ini, pendaki bisa memilih, ke kiri ke puncak mbah syarip (3119 Mdpl) atau ke kanan ke puncak kenteng songo (3142 Mdpl) aku memilih puncak kenteng songo, puncak tertinggi gunung merbabu, dari puncak kenteng songo, 7 puncak tertinggi gunung merbabu bisa terlihat.


Jam 05.30, keadaan di sekelilingku mulai terang, tapi matahari belum muncul di atas awan, puncak kenteng songo semakin jelas terlihat, jalur pendakian pun semakin menantang, beberapa kali aku harus menuruni batu-batu terjal yang di sampingnya adalah jurang. Jam 05.50, tinggal sedikit lagi mencapai puncak, matahari sudah naik di atas awan, indah sekali, the best sunrise I ever seen.

Sunrise
Aku melanjutkan perjalanan lagi, tinggal sedikit lagi sampai di puncak kenteng songo, aku berhadapan dengan tebing, dan harus merayap di samping sisi-sisi tebingnya, aku merayap perlahan karna sambil membawa carrier, setelah melewati tebing itu, tinggal langkah terakhir menuju kenteng songo, tepat jam 06.00 pagi aku sampai di puncak kenteng songo (3142 Mdpl), sungguh perjalanan dan perjuangan yang panjang untuk sampai di tempat ini.


Pemandangan di puncak tertinggi gunung merbabu ini sungguh menawan, dari sini, bisa terlihat dengan jelas 7 puncak tertinggi gunung merbabu, puncak gunung merapi yang masih berasap, gunung sindoro, gunung sumbing, indah sekali teman. Tanpa sadar aku lupa akan rasa lelah di kaki dan pundakku, menikmati pesona pemandangan indah dari puncak tertinggi gunung merbabu.


Pendakian Gunung Merbabu (solois) via cuntel, end with Puncak Kenteng Songo 3142 Mdpl.

Puncak Kenteng Songo


aku pergi sendiri..
bukan untuk menunjukkan kekuatan seorang diri,
aku hanya mencari ketenangan lewat sunyi,
mencari kedamaian lewat indahnya alam di ketinggian..



Pendakian Gunung Merbabu (solois) via Cuntel
2-3 Juli 2011
Salam Lestari,
Ade Setio Nugroho


P.S: Ketemu sama anak SMP di sana, kasi roti, minta tolong foto-fotoin. heuheu

Sunday, June 19, 2011

Cerita Tentang Pendakian Gunung Semeru (Part 3)

Sambungan Dari Part 2...



Dari arcopodo jarak yang perlu ditempuh untuk sampai di puncak tidak terlalu jauh, tapi karna medannya yang sulit dan sangat terjal, dibutuhkan waktu 5-6 jam untuk sampai ke puncak. Tak ada satu pohon pun di tempat ini, yang ada hanya pasir dan batu, lebar jalur pendakiannya hanya sekitar 1,5 m, di samping kanan-kirinya adalah jurang, aliran lahar. Mungkin terlihat menakutkan, tapi terasa sangat menyenangkan untuk orang-orang yang menyukai tantangan. Sedikit demi-sedikit, jalur pendakian ini membuat ku sedikit frustasi, karna langkah 3-1, yaitu 3 langkah maju, 1 langkah mundur, begitulah seringnya. Dalam kelelahan dan napas yang terengah-engah, aku melihat langit dan keadaan sekitar, eloknya langit di atas kepalaku malam ini, bulan yang hampir purnama, kelap-kelip bintang yang jumlahnya tak terhingga, bahkan beberapa kali kulihat bintang jatuh di langit. Tak banyak aku berhenti istirahat, karna puncak mahameru seperti sudah memanggil dan menanti kedatanganku, dengan penuh semangat dan dengan senter yang mulai redup, aku lanjutkan perjalananku, hembusan angin di ketinggian ini benar-benar terasa, terasa menusuk-nusuk tulang.




Dalam dinginnya malam, aku terus berjuang, mengejar puncak mahameru, mengejar imipianku, dan akhirnya, dengan perjuangan yang besar, setelah 4,5 jam, jam 4.30 pagi, aku sampai ke tempat yang datar dan tak ada lagi tanjakan, lalu aku lihat plang dari kayu bertuliskan “PUNCAK”. Kawan, ternyata aku telah sampai di puncak mahameru! aku sampai di tanah tertinggi di pulau jawa! Aku sampai di tempat impianku! Semua rasa lelah hilang seketika, terbayar dengan bangga dan bahagia yang tak bisa kuungkapkan dengan tulisan, terbayar dengan indahnya pemandangan dari tempat aku berdiri, tempat aku berpijak, aku mendapat salaman dan pelukan hangat dari teman-teman yang sama-sama berjuang untuk sampai di tempat ini. Aku terdiam, tak mampu bicara, sambil melihat awan yang berada di bawah kaki ku, lalu aku tertawa sendiri dan tanpa sadar air mataku menetes. Ini seperti negeri di atas awan, kawan, jika kau ingin melihat keindahan Indonesia, datanglah ke tempat ini, karna kau tak akan pernah mendapatkan keindahan Indonesia di kota, datanglah ke sini, dan kau akan sadar betapa indahnya Negara kita.





SUMMIT ATTACK SELESAI

Sudah hampir 1 jam aku berada di puncak, awan di sebelah timur mulai nampak kemerah-merahan, matahari mulai mengintip-ngintip dari kejauhan.



pemandangan di sekelilingku pun semakin jelas, ada gunung arjuna, di sebelah gunung arjuna terlihat gunung bromo sedang mengeluarkan asapnya, dan terlihat pula kota malang, ada monumen penghormatan untuk Soe Hoek Gie.



Lalu aku mengibarkan slayer pecinta alam kebanggaanku di sini, beberapa saat setelah aku membuka jaket, tiba-tiba terdengar suara.. DUAARRR!!!. Kawah Jonggring Saloko di puncak semeru yang masih aktif yang hanya berjarak 50 meter di depanku erupsi, asap panasnya membumbung tinggi hingga ratusan meter, aku lari kebelakang hingga terguling, awalnya aku takut, namun aku bangun dan berbalik, lalu mengambil foto untuk kenanganku, karna ini adalah momen langka dalam hidupku, aku melihat ada seorang bule wanita dari perancis yang sedang asik mengambil foto juga, aku bertanya, “hey mam, don’t you scare?” dia menjawab, “I don’t know why are u running, I don’t know that sound, I just see that’s beautifull scene”, lalu aku bilang, “if the smokes goes to us, we are going to die mam”. Dia pun menjawab lagi, “that’s no matter to die in this place, this is beautifull place”. Bahkan seorang bule merasa tidak masalah jika mati di tempat ini. Bisa kau bayangkan teman betapa indahnya tempat ini?.



Setelah cukup puas menikmati pemandangan di puncak mahameru, aku langsung turun, karna sebelum jam 9, tempat ini harus sudah kosong oleh pendaki, sebab di khawatirkan gas beracun dari kawah nya mengarah kearah pendaki. Betapa bahagianya aku bisa menikmati semua ini, dari semua yang telah aku lalui selama pendakian ini, aku mendapat sesuatu yang baru.


" Mendaki gunung bukan hanya perjalanan alam, tapi juga perjalanan hati, Mencapai puncak gunung bukan berarti berhasil menaklukkan gunung, tapi berhasil menaklukkan keegoisan atas diri sendiri, Karna sungguh.. gunung tercipta bukan untuk ditaklukkan, tapi untuk di nikmati keindahannya. "




Semeru..
Dinginmu adalah salju, namun kehangatan bagi hatiku..
Bagi jiwa terlunta oleh bisingnya kota..
Jurang-jurangmu adalah kegelapan..
Namun tumbuhkan keberanian di jiwa yang terdalam..
Pemandangan di puncakmu adalah ketenangan..
Yang tak bisa dijelaskan dengan lisan..

Hari ini.. Aku kembali..
Meninggalkan jurang-jurangmu..
Meninggalkan dingin dan sepimu..
Sampai jumpa kembali..
Semeru..




Cerita Tentang Pendakian Gunung Semeru selesai, tapi kenangan yang telah tersimpan di hatiku takkan pernah usai.. aku pergi.. bukan untuk melupakanmu, tapi untuk menceritakan kepada khalayak tentang pesona indahmu..




Pendakian Gunung Semeru, 11-15 Juni 2011
Salam Lestari,
Ade Setio Nugroho

Saturday, June 18, 2011

Cerita Tentang Pendakian Gunung Semeru (Part 2)

Sambungan Dari Part 1...



Pagi hari di Ranu Kumbolo, banyak aktifitas di sana, ada yang masih duduk melengkung menahan dingin, mandi, memancing, tidak sedikit pula yang mengambil gambar untuk mengabadikan kenangan, walaupun berbeda-beda aktifitasnya tapi ada satu hal yang aku lihat sama, mereka semua benar-benar menikmati keistimewaan tempat ini, hal itu terpancar dari wajah mereka semua yang ada di sini, senyum manis dan tawa ceria.



Siang mulai menjelang, kabut mulai naik menutupi danau ranu kumbolo, seakan memberikan pesan tersirat, bahwa tantangan yang ada di depan kami sudah menunggu, akupun melipat tenda dan melanjutkan perjalanan, di mulai dari sebuah tanjakan terjal yang terkenal dengan nama tanjakan cinta, tanjakan ini lumayan menguras tenaga, tapi setelah melewatinya, lelahnya tak terasa, karna di balik tanjakan cinta ini aku melihat padang ilalang yang di penuhi oleh edelweiss, bunga abadi, bunga yang hanya hidup di ketinggian lebih dari 2500 Mdpl, sudah lama sekali aku ingin melihat langsung bunga ini, bertemu satu tangkai saja aku pasti sangat senang, namun kali ini aku menemukan sehamparan luas bunga abadi ini. Setelah cukup puas melihat bunga-bunga edelweiss itu, aku melanjutkan perjalanan lagi, setelah hamparan edelweiss, medan tempur yang berikutnya adalah hutan cemara, dimana sekelilingku isinya hampir semua adalah pohon cemara, dari tempat ini, pendakian mulai sedikit menantang, jalur pendakian mulai terus menanjak, napasku pun mulai terengah-engah sambil memikul tas ransel ku yang beratnya 18kg, tapi tak sedikitpun aku memperlambat langkahku, karna aku yakin, semakin sulit perjalanan ku, pasti semakin banyak lagi hal-hal indah yang tak kuduga yang menantiku di depan sana.


Setelah 2,5jam perjalanan, aku sampai di jambangan, dari tempat ini, puncak semeru, mahameru, sudah terlihat, aku berhenti sejenak, mengamati puncaknya yang di selimuti asap tebal hasil semburan dari kawahnya, sambil berkata dalam hati, “aku akan berada di sana besok pagi sebelum matahari terbit”.


Aku semakin semangat melanjutkan perjalanan, langkahku semakin cepat, setelah setengah jam perjalanan, aku sampai di kalimati, 2700 Mdpl, dari sini puncak mahameru semakin jelas terlihat, yang pastinya membuat semua pendaki semakin geram dan tidak sabar untuk melanjutkan perjalanan, namun aku memutuskan untuk istirahat di kalimati, mempersiapkan tenaga untuk summit attack pada malam harinya, sebab dari sini setidaknya butuh sekitar 6 jam lagi untuk sampai puncak mahameru. Aku pun mendirikan tenda di kalimati, masak, dan mengambil air, karna setelah kalimati tidak ada lagi sumber air, di sinilah tempat air yang terakhir.


Setelah istirahat yang cukup selama 5 jam, mengisi persediaan air minum, aku melanjutkan perjalanan lagi menuju tempat sebelum summit attack, yaitu arcopodo, 2900 Mdpl, perjalanan menuju arcopodo cukup menegangkan, karna di samping-samping jalur pendakian, di kanan dan kiri nya adalah jurang, jurang blank 75, yang jika sampai jatuh ke dalamnya sangat susah untuk selamat, blank 75 adalah jurang yang terbentuk karena aliran lahar.

Waktu yang di butuhkan untuk sampai arcopodo adalah 1,5 jam. Aku istirahat sebentar di arcopodo, mempersiapkan diri untuk pertarungan yang sesungguhnya, yaitu summit attack!


Bersambung ke part 3... :D

Friday, June 17, 2011

Cerita Tentang Pendakian Gunung Semeru (Part 1)


Lima tahun yang lalu, pada saat aku kelas 2 SMA, aku pernah bermimpi dan berhasrat besar mendaki gunung semeru, gunung tertinggi di pulau jawa. Terinspirasi dari tokoh favoritku yang mati di sana, SOE HOK GIE. Banyak yang ingin ku jumpai di sana, Ranu Kumbolo, bunga abadi Edelweis, dan yang pasti puncak semeru, mahameru. Jiwa petualang benar-benar menyebar di tubuhku, organisasi pecinta alam yang aku ikuti benar-benar berhasil menanamkannya. Semenjak saat itu aku mulai bising dengan kota dan perlahan banyak menghabiskan waktu di alam.



Banyak orang sering bertanya, “kenapa sih suka naik gunung? Kenapa sih suka ke pantai? Kenapa sih suka berpetualang di alam? Kan capek.” Aku akan jawab di sini, karna dari dulu aku belum pernah menjawabnya. Aku selalu bangga menceritakan, bahwa aku adalah seorang pecinta alam, alam mengajarkanku banyak hal, alam membuat aku tahu siapa diriku, yang tak akan pernah didapatkan dengan hanya duduk manis di dalam kelas, alam membuatku menjadi (seperti) liar? iya! namun alam perlahan menjinakkan singa keegoisan di dalam diriku.


Lima tahun berlalu dari awal kutanam mimpi itu, seorang teman menawarkan untuk pergi bersama ke tempat impianku dan mungkin impian banyak orang juga, GUNUNG SEMERU. Tanpa berpikir panjang aku langsung packing barang dan berangkat dari yogya berdua, langsung pada malam hari itu. Kami berangkat dari Yogyakarta menuju malang dengan kereta api ekonomi Malabar. Sampai di malang pada pagi hari, kami sarapan di warung makan di stasiun malang, lalu melanjutkan perjalanan mencari rumah sakit di kota malang, untuk membuat surat keterangan sehat (syarat pendakian gunung semeru), setelah berjalan kaki sekitar 1km, kami menemukan rumah sakit nya, dan setelah masuk ke dalam, ternyata oh ternyata, poliklinik nya tutup karna hari sabtu. Kami pun lanjut lagi mencari angkot AT menuju terminal Arjosari, tujuannya sebenarnya ke pasar tumpang, tapi karna tidak ada angkot yang langsung ke tumpang, jadi kami harus ke Argosari terlebih dahulu, setelah sampai di argosasi kami nyambung naik angkot lagi menuju pasar tumpang, dan di dalam perjalanan menuju pasar tumpang, kami melihat anak SMP tewas di tikam di pinggir jalan, sungguh pemandangan yang mengenaskan, betapa gilanya dunia di jaman sekarang.


Setelah 1,5 jam perjalanan, aku sampai di pasar tumpang, dari pasar tumpang tujuan berikutnya adalah ranupane, pos pendaftaran pendakian, dari sini kami harus naik jeep atau numpang truk sayur, tapi karna kurang orang dan ongkos naik jeep jadi sangat mahal, kami memutuskan untuk menumpang truk sayur, dan hasilnya, setelah menunggu 5 jam di pinggir jalan, kami tidak mendapat tumpangan. Kami bersabar menunggu rombongan lain, sambil memasak air untuk membuat kopi di pinggir jalan raya, heuheu.
Dan akhirnya jam setengah 5 sore, ada beberapa rombongan datang, jeep penuh, jadinya kami naik jeep ke ranupane. Jam setengah 7 malam, kami sampai di ranupane, kami bermalam di ranupane.


Keesokan harinya, aku memulai pendakian, bersama rombongan dari UI dan rombongan dari tim dokumenter Ring OF Fire Advanture, dari ranupane menuju ranu kumbolo, jaraknya 9,5 Km. Aku berjalan sedikit terburu-buru, karna sudah sangat tidak sabar ingin melihat ranu kumbolo, setelah mendaki 4,5 jam. Aku sampai di ranu kumbolo, betapa kagetnya, melihat danau yang sebesar itu di atas gunung, di ketinggian 2400 Mdpl, sungguh indah, indah sekali, aku memutuskan untuk bermalam di ranu kumbolo, sebab dari yang aku dengar, sunrise di ranu kumbolo sangat indah, karena ujung danau nya adalah pertemuan 2 bukit, dan matahari terbit di antara celah kaki pertemuan 2 bukit itu.



Bermalam di ranu kumbolo, aku tidak bisa tidur menunggu pagi, dinginnya benar-benar seperti menyayat-nyayat tulang, sleeping bag ku lembab, dan hanya semakin dingin memakainya, baju dan celana ku sudah 3 lapis, tetapi masih saja dingin, setelah berjam-jam berjuang melawan dingin, jam tangan ku sudah menunjukkan pukul 5, aku keluar dari tenda, dan betapa terkejutnya ketika aku melihat keadaan di luar tenda, ada salju! Meskipun tidak terlalu tebal, tapi sekelilingku sudah di penuhi es, dan suhu di luar adalah -3° C. Pantas saja dinginnya serasa menyayat-nyayat tulang. Waktu pun semakin berjalan, perlahan matahari mulai naik, dan memang benar, sunrise di ranu kumbolo memang sangat indah, indah sekali! Dinginnya memang menyayat-nyayat tulang, tapi indahnya, memberikan kedamaian.


Bersambung ke Part 2.. :)

Friday, January 28, 2011

tulisan di suatu rabu pagi

Rabu pagi... Sambil menatap rumput yang menari-nari
Aku kirimkan rasa rindu tak bertepi
Untuk kau... Ya... Kau..
Tidakkah kau letih?
Selalu berlari dan bernyanyi di alam bawah sadarku
Hingga sayup-sayup suaramu
Terdengar seperti alunan nada indah dengan kesederhanaannya
Yang hanyutkan aku dalam lamunan
Menenggelamkan aku dalam telaga harapan

Kau.. Yang slalu terbayang..
Kau adalah hujan..
Yang rintik-rintiknya basahi jiwa yang kering kerontang
Kau adalah angin..
Yang membelai sejuk hatiku dan bawa anganku ke angkasa
Kau adalah warna,,
Yang menghias langit ketika badai reda
Kau adalah untaian kata..
Yang menyusun kalimat-kalimat cintaku, hingga sajak ini tercipta
Kau adalah alunan nada..
Yang membuat petikan gitar jadi bermakana
Kau adalah rumput liar..
Terinjak dan terabaikan, namun tak pernah mati, dan slalu tegak kembali
Kau selalu ada, di setiap aku menatap
Kau selalu terlihat, bahkan ketika aku menutup mata
Dan kau selalu terasa nyata, dimanapun aku berada


26-januari-2011
Di rabu pagi yang menginspirasi

Thursday, January 20, 2011

tentang 19-januari

Hari ini, menjalani hari yang penuh dengan aktifitas, dimulai dengan tidak tidur buat persiapan ujian Rangkaian Listrik, tenis meja, pantai sundak dan bukit bintang.

Ujian Rangkaian Listrik
Aku semakin percaya dengan kalimat, "setiap tetes keringat yang kau keluarkan untuk masa depanmu, pasti akan terbalas". Dan memang tak ada yang sia-sia, berjuang sampai jam 5 pagi, melawan rasa kantuk yang luar biasa. Hasilnya, aku yakin. :)

Pantai Sundak
Dua jam perjalanan dari yogyakarta, melalui bukit bintang, bersama seorang anak bontang yang.. Waw, lumayan unik ternyata, aku sampai pada tempat yang memberikan ketenangan tiada batas. Yaa..Pantai yang punya pesona luar bisa. Melepaskan jiwa yg terbelenggu rantai-rantai kemonotonan, rasakanlah udara kebebasan ini, Sebelum terikat kembali.



Hari semakin redup, langit di pelupuk mata pun memerah, aku melebur dengan desiran ombak dan cahaya hangat sang surya. Menikmati senja di garis pantai sundak, kemegahan ibukota masih tak seindah kesederhanaan suasana ini. Sederhana, namun tak sederhana ketenangan yang ditebarkan nya. Kurasa, ini pantai terindah yang pernah aku jumpai.



Bukit Bintang
Perjalanan pulang aku isi dengan singgah di bukit bintang, menikmati kelap-kelip kota yogyakarta dari ketinggian. Tak terlalu istimewa, tapi cukup memberikan kedamaian.
(Perjalanan 19 januari 2011)


20-januari-2011
Kamar kontrakan

Thursday, January 13, 2011

Nineteen Birthday

Hari ini 12 januari 2011,
Hari ulang tahunku yg ke-19, kadang sedikit tak kusangka dan tak kusadari, setelah berbagai macam hal yang telah kulalui dan kujalani, ternyata umurku masih belum kepala 2, still teenagers my sisters said.


Tak ada hal yang lebih spesial di hari ulang tahun menurutku, karna bagiku setiap hari adalah spesial, hanya saja banyak orang seringkali tidak menyadarinya, tak perlu menunggu hari ulang tahun untuk mengukir kejadian-kejadian indah.

Yaah.. Banyak orang menanggap hari ulang tahun sangatlah spesial, gak salah, tapi sangat di sayangkan saja jika harus menunggu 1tahun untuk membuat sesuatu yg indah dan bermakna..

Tapi tetap aku ucapkan terima kasih yg sedalam-dalamnya untuk orang-orang yang ingat dan perduli dengan hari ulang tahunku, memberikan hadiah, surprise, kue ulang tahun, dll, that's really high appreciated.. I never ever forget it.. :)


Gak terlalu banyak harapanku pada saat membuat, hmm.. "make a wish" kata teman-temanku , "aku gak minta umur yang panjang, tapi aku sangat berharap sisa-sisa umur yang aku miliki bisa efektif dan bermanfaat untuk orang lain".
Yah.. Enough for today, maybe next time I will write about my new dreams in the new year... :)


12-Januari-2011
Kamar Kontrakan

Monday, August 2, 2010

Puisi Terakhir BJ Habibie untuk istrinya

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.

Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,

dan kematian adalah sesuatu yang pasti,

dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.


Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,

adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang,

sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,

hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.


Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.

Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,

pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,

aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.


Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,

tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.


mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,

tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia,

kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.


Selamat jalan,


Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,

kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang,cahaya mataku, penyejuk jiwaku,

selamat jalan,calon bidadari surgaku ....


BJ.HABIBIE

============================